Ketahui 7 Manfaat Daun Marjoram yang Wajib Kamu Intip!

Sabtu, 23 Agustus 2025 oleh journal

Herba marjoram, khususnya bagian daunnya, memiliki beragam khasiat. Penggunaan tanaman ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan. Beberapa keuntungan yang diperoleh meliputi potensi antioksidan, efek anti-inflamasi, serta kandungan nutrisi yang mendukung fungsi tubuh. Konsumsi atau aplikasi topikal dari ekstrak daun ini seringkali dikaitkan dengan perbaikan kondisi tertentu.

"Penggunaan ekstrak marjoram sebagai bagian dari pendekatan holistik terhadap kesehatan menunjukkan potensi yang menjanjikan. Namun, penting untuk diingat bahwa ini bukanlah pengganti pengobatan medis yang terbukti. Konsultasi dengan profesional kesehatan tetap krusial sebelum mengintegrasikannya ke dalam rutinitas harian, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan."

Ketahui 7 Manfaat Daun Marjoram yang Wajib Kamu Intip!

- Dr. Amelia Wijaya, Spesialis Gizi Klinik

Lebih lanjut, studi ilmiah menyoroti berbagai senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan ini. Kandungan seperti antioksidan, termasuk flavonoid dan asam fenolik, berperan penting dalam menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Sifat anti-inflamasinya dapat membantu meredakan peradangan. Untuk pemanfaatan yang optimal, disarankan untuk mengonsumsi herba ini dalam jumlah moderat sebagai bagian dari diet seimbang atau menggunakannya secara topikal dalam bentuk minyak esensial yang telah diencerkan. Penting untuk selalu mengikuti dosis yang direkomendasikan dan memperhatikan reaksi tubuh.

Manfaat Daun Marjoram

Daun marjoram menawarkan berbagai manfaat potensial, terutama terkait dengan kandungan nutrisi dan senyawa aktif yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa khasiat utama yang perlu diperhatikan:

  • Antioksidan alami
  • Meredakan peradangan
  • Mendukung pencernaan
  • Menurunkan tekanan darah
  • Efek menenangkan
  • Meningkatkan kekebalan
  • Kesehatan pernapasan

Manfaat-manfaat ini saling berkaitan dan berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan. Misalnya, sifat antioksidan dan anti-inflamasi marjoram dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan mengurangi peradangan kronis, yang seringkali menjadi akar berbagai penyakit. Efeknya pada sistem pencernaan dapat meredakan masalah perut kembung, sementara kemampuannya menurunkan tekanan darah mendukung kesehatan jantung. Lebih lanjut, sifat menenangkannya dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur, yang pada gilirannya memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mendukung fungsi pernapasan yang optimal. Integrasi marjoram dalam pola makan seimbang dapat menjadi bagian dari pendekatan proaktif untuk menjaga kesehatan.

Antioksidan Alami

Kandungan antioksidan dalam herba ini merupakan salah satu aspek penting yang berkontribusi terhadap khasiat kesehatannya. Antioksidan adalah senyawa yang berperan dalam menetralkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan memicu berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini. Daun ini kaya akan berbagai jenis antioksidan, termasuk flavonoid seperti luteolin dan apigenin, serta asam fenolik seperti asam rosmarinic. Senyawa-senyawa ini bekerja secara sinergis untuk melindungi sel-sel tubuh dari stres oksidatif, suatu kondisi di mana produksi radikal bebas melebihi kemampuan tubuh untuk menetralkannya. Dengan mengurangi stres oksidatif, konsumsi herba ini dapat membantu mencegah kerusakan seluler dan mengurangi risiko penyakit degeneratif. Kehadiran antioksidan alami menjadikannya sebagai tambahan yang berharga dalam upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Efek perlindungan ini merupakan dasar dari banyak potensi manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan penggunaan tanaman ini.

Meredakan Peradangan

Kemampuan meredakan peradangan merupakan salah satu khasiat penting yang menjadikan herba ini bernilai dalam konteks kesehatan. Peradangan adalah respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi, namun peradangan kronis dapat berkontribusi pada berbagai penyakit. Senyawa-senyawa dalam tanaman ini berpotensi membantu mengendalikan proses inflamasi ini.

  • Kandungan Senyawa Anti-inflamasi

    Tanaman ini mengandung senyawa seperti asam rosmarinic dan berbagai flavonoid yang memiliki sifat anti-inflamasi. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan menghambat produksi molekul pro-inflamasi dalam tubuh, seperti sitokin dan prostaglandin, sehingga membantu mengurangi peradangan.

  • Mekanisme Kerja pada Tingkat Seluler

    Studi menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini dapat memengaruhi jalur pensinyalan seluler yang terlibat dalam respons inflamasi. Interaksi ini dapat membantu memodulasi aktivitas sel-sel imun dan mengurangi produksi mediator inflamasi, yang berkontribusi pada efek anti-inflamasinya.

  • Potensi Aplikasi Topikal

    Selain konsumsi oral, aplikasi topikal minyak esensial tanaman ini (yang telah diencerkan) dapat memberikan efek meredakan peradangan pada kulit. Hal ini bermanfaat dalam mengatasi kondisi kulit seperti eksim atau iritasi ringan, berkat sifat anti-inflamasinya yang lokal.

  • Dampak pada Kondisi Kronis

    Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, potensi efek anti-inflamasi tanaman ini menunjukkan harapan dalam pengelolaan kondisi kronis yang ditandai dengan peradangan, seperti arthritis. Mengurangi peradangan dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

  • Peran dalam Pemulihan Otot

    Sifat anti-inflamasi tanaman ini juga dapat berperan dalam mempercepat pemulihan otot setelah berolahraga. Mengurangi peradangan dan nyeri otot dapat membantu individu kembali beraktivitas lebih cepat dan mengurangi risiko cedera.

Secara keseluruhan, kemampuan meredakan peradangan merupakan aspek penting dari profil manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh herba ini. Melalui berbagai mekanisme aksi, tanaman ini berpotensi memberikan dukungan dalam mengendalikan peradangan dan mempromosikan kesehatan secara keseluruhan.

Mendukung Pencernaan

Tanaman marjoram, khususnya daunnya, memiliki reputasi dalam mendukung fungsi pencernaan. Khasiat ini berasal dari beberapa faktor, termasuk kandungan senyawa aktif dan efek fisiologis yang dihasilkannya. Herba ini diketahui dapat merangsang produksi enzim pencernaan, yang esensial dalam memecah makanan menjadi nutrisi yang lebih kecil dan mudah diserap oleh tubuh. Peningkatan produksi enzim ini dapat membantu meringankan gejala gangguan pencernaan seperti kembung, gas, dan gangguan pencernaan secara umum.

Selain itu, tanaman ini memiliki sifat karminatif, yang berarti dapat membantu mengurangi pembentukan gas dalam saluran pencernaan. Hal ini sangat bermanfaat bagi individu yang rentan terhadap masalah perut kembung atau yang mengalami ketidaknyamanan setelah makan. Efek karminatif ini dapat berkontribusi pada perasaan nyaman dan mengurangi distensi abdomen.

Lebih lanjut, herba ini berpotensi merangsang pergerakan peristaltik usus, yaitu kontraksi otot-otot di saluran pencernaan yang mendorong makanan melalui sistem pencernaan. Peningkatan motilitas usus ini dapat membantu mencegah konstipasi dan mempromosikan keteraturan buang air besar. Dengan demikian, penggunaan tanaman ini dapat menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa efeknya pada pencernaan dapat bervariasi antar individu. Beberapa orang mungkin merasakan manfaat yang signifikan, sementara yang lain mungkin mengalami efek yang lebih ringan. Konsumsi dalam jumlah moderat, sebagai bagian dari diet seimbang, umumnya dianggap aman. Individu dengan kondisi pencernaan tertentu, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi tanaman ini secara teratur.

Menurunkan Tekanan Darah

Kajian terhadap potensi herba ini dalam menurunkan tekanan darah menarik perhatian, mengingat prevalensi hipertensi dan implikasinya terhadap kesehatan kardiovaskular. Penelitian awal menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi atau suplementasi dengan ekstrak tumbuhan ini dan penurunan tekanan darah, terutama pada individu dengan tekanan darah tinggi. Mekanisme yang mendasari efek ini melibatkan berbagai faktor.

  • Efek Vasodilatasi

    Senyawa tertentu yang terkandung dalam tanaman ini, seperti flavonoid, dapat memicu vasodilatasi, yaitu pelebaran pembuluh darah. Pelebaran ini mengurangi resistensi aliran darah, sehingga menurunkan tekanan darah secara keseluruhan. Beberapa studi in vitro dan pada hewan menunjukkan aktivitas vasodilatasi yang signifikan.

  • Aktivitas Antioksidan dan Pengaruhnya pada Endotel

    Stres oksidatif dapat merusak lapisan endotel pembuluh darah, yang berperan penting dalam regulasi tekanan darah. Kandungan antioksidan, seperti asam rosmarinic, dalam tumbuhan ini berpotensi melindungi endotel dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga mendukung fungsi endotel yang sehat dan membantu menjaga tekanan darah yang optimal.

  • Potensi Efek Diuretik Ringan

    Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa herba ini mungkin memiliki efek diuretik ringan, yaitu meningkatkan ekskresi natrium dan air melalui urin. Pengurangan volume cairan dalam tubuh dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah. Namun, efek diuretik ini umumnya ringan dan tidak sekuat obat diuretik konvensional.

  • Pengaruh pada Sistem Saraf Otonom

    Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa tertentu dalam tumbuhan ini dapat memengaruhi sistem saraf otonom, yang berperan dalam mengatur tekanan darah dan detak jantung. Efek ini dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah melalui mekanisme yang kompleks dan belum sepenuhnya dipahami.

  • Interaksi dengan Obat Antihipertensi

    Meskipun memiliki potensi menurunkan tekanan darah, penting untuk mempertimbangkan potensi interaksi antara tanaman ini dan obat antihipertensi konvensional. Individu yang sedang mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi tumbuhan ini secara teratur, untuk menghindari penurunan tekanan darah yang berlebihan atau interaksi obat yang tidak diinginkan.

  • Pentingnya Penelitian Lebih Lanjut

    Meskipun hasil penelitian awal menjanjikan, penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk mengkonfirmasi efek penurunan tekanan darah dari tanaman ini, menentukan dosis yang efektif, dan memahami mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. Studi klinis yang terkontrol dengan baik diperlukan untuk mengevaluasi manfaat dan risiko secara komprehensif.

Secara keseluruhan, potensi efek penurunan tekanan darah merupakan salah satu aspek yang menarik dari profil manfaat kesehatan herba ini. Namun, penting untuk mendekati klaim ini dengan hati-hati dan mengandalkan bukti ilmiah yang kuat sebelum menjadikannya sebagai bagian dari strategi pengelolaan tekanan darah. Konsultasi dengan profesional kesehatan tetap merupakan langkah penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas penggunaan.

Efek Menenangkan

Salah satu khasiat yang dikaitkan dengan herba marjoram adalah efek menenangkannya, yang berpotensi memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan mental dan emosional. Efek ini diyakini berasal dari interaksi senyawa-senyawa aktif dalam tumbuhan ini dengan sistem saraf pusat.

  • Aktivitas Anxiolytic Alami: Beberapa studi menunjukkan bahwa ekstrak marjoram dapat memiliki aktivitas anxiolytic, yang berarti dapat membantu mengurangi kecemasan. Senyawa-senyawa tertentu dalam tumbuhan ini berpotensi memengaruhi neurotransmiter seperti GABA (gamma-aminobutyric acid), yang berperan penting dalam mengatur suasana hati dan mengurangi kegelisahan.
  • Pengurangan Stres: Aroma dari minyak esensial marjoram sering digunakan dalam aromaterapi untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi. Inhalasi aroma ini dapat memicu respons fisiologis yang menenangkan, seperti penurunan detak jantung dan tekanan darah.
  • Peningkatan Kualitas Tidur: Efek menenangkan marjoram juga dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas tidur. Dengan membantu mengurangi kecemasan dan mempromosikan relaksasi, tumbuhan ini dapat membantu individu mengatasi insomnia atau kesulitan tidur.
  • Pengaruh pada Sistem Saraf Otonom: Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa dalam marjoram dapat memengaruhi sistem saraf otonom, yang mengendalikan fungsi-fungsi tubuh yang tidak disadari seperti detak jantung dan pernapasan. Efek ini dapat berkontribusi pada penurunan stres dan peningkatan relaksasi.
  • Potensi Manfaat bagi Kondisi Kesehatan Mental: Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, potensi efek menenangkan marjoram menunjukkan harapan dalam pengelolaan kondisi kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi ringan. Namun, penting untuk dicatat bahwa tumbuhan ini bukanlah pengganti pengobatan medis yang terbukti dan konsultasi dengan profesional kesehatan tetap krusial.
  • Penggunaan Tradisional: Dalam pengobatan tradisional, herba ini telah lama digunakan sebagai tonik saraf dan untuk membantu mengatasi masalah tidur. Penggunaan tradisional ini memberikan dasar untuk penelitian ilmiah lebih lanjut mengenai efek menenangkannya.

Secara keseluruhan, efek menenangkan herba ini merupakan aspek penting dari profil manfaat kesehatannya. Melalui berbagai mekanisme aksi, tumbuhan ini berpotensi memberikan dukungan dalam mengurangi stres, meningkatkan relaksasi, dan meningkatkan kualitas tidur. Integrasi herba ini dalam gaya hidup sehat dapat menjadi bagian dari pendekatan holistik untuk menjaga kesehatan mental dan emosional. Namun, penting untuk selalu berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakannya secara teratur, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan mental tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan.

Meningkatkan Kekebalan

Herba marjoram memiliki potensi dalam meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, sebuah aspek krusial dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan. Kontribusi ini berasal dari berbagai faktor, termasuk kandungan nutrisi dan senyawa aktif yang dimilikinya. Kandungan vitamin dan mineral, seperti vitamin A dan C, berperan penting dalam mendukung fungsi sel-sel imun. Vitamin A penting untuk menjaga integritas selaput lendir yang berfungsi sebagai penghalang pertama melawan infeksi, sementara vitamin C berperan sebagai antioksidan dan mendukung produksi serta aktivitas sel-sel kekebalan tubuh.

Lebih lanjut, kandungan antioksidan, termasuk flavonoid dan asam fenolik, dalam herba ini dapat membantu melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas. Stres oksidatif dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga mengurangi kemampuannya untuk melawan infeksi. Dengan menetralkan radikal bebas, antioksidan dapat membantu menjaga fungsi optimal sel-sel imun. Sifat anti-inflamasi herba ini juga dapat berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Peradangan kronis dapat menekan fungsi kekebalan tubuh, sehingga mengurangi kemampuannya untuk merespons infeksi. Dengan membantu mengurangi peradangan, senyawa anti-inflamasi dalam herba ini dapat membantu menjaga keseimbangan sistem kekebalan tubuh.

Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak herba ini dapat merangsang produksi sel-sel imun tertentu, seperti sel T dan sel NK (Natural Killer). Sel T berperan penting dalam respons imun seluler, sementara sel NK berperan dalam membunuh sel-sel yang terinfeksi virus atau sel kanker. Peningkatan produksi sel-sel ini dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi efek herba ini pada sistem kekebalan tubuh manusia. Konsumsi herba ini sebagai bagian dari diet seimbang dan gaya hidup sehat dapat menjadi bagian dari strategi untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh. Namun, herba ini bukanlah pengganti pengobatan medis yang terbukti dan konsultasi dengan profesional kesehatan tetap krusial, terutama bagi individu dengan kondisi kekebalan tubuh yang terganggu.

Kesehatan Pernapasan

Tumbuhan marjoram berpotensi memberikan dukungan bagi kesehatan sistem pernapasan melalui beberapa mekanisme yang saling berkaitan. Senyawa-senyawa aktif yang terkandung di dalamnya dapat memberikan efek positif dalam meredakan masalah pernapasan tertentu. Sifat ekspektoran yang dimiliki herba ini, misalnya, dapat membantu mengencerkan dan mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan. Hal ini sangat bermanfaat bagi individu yang mengalami batuk berdahak, bronkitis, atau kondisi pernapasan lainnya yang melibatkan produksi lendir berlebihan. Dengan memfasilitasi pengeluaran dahak, tumbuhan ini dapat membantu membersihkan saluran pernapasan dan mempermudah pernapasan.

Selain itu, kandungan anti-inflamasi dalam tumbuhan ini dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan. Peradangan merupakan faktor kunci dalam banyak kondisi pernapasan, seperti asma dan alergi. Dengan mengurangi peradangan, tumbuhan ini dapat membantu meredakan gejala seperti sesak napas, mengi, dan batuk. Efek bronkodilator ringan juga telah dikaitkan dengan penggunaan herba ini. Bronkodilator adalah zat yang membantu melebarkan saluran pernapasan, sehingga mempermudah aliran udara ke paru-paru. Efek ini dapat memberikan bantuan sementara bagi individu yang mengalami penyempitan saluran pernapasan.

Penggunaan tradisional tumbuhan ini dalam mengatasi masalah pernapasan telah lama dikenal. Inhalasi uap yang mengandung ekstrak herba ini sering digunakan untuk meredakan hidung tersumbat dan sinus. Sifat antimikroba yang dimiliki tumbuhan ini juga dapat membantu melawan infeksi pernapasan. Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian ilmiah lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi dan mengklarifikasi efek tumbuhan ini pada kesehatan pernapasan. Individu dengan kondisi pernapasan kronis sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan tumbuhan ini sebagai bagian dari rencana perawatan mereka. Meskipun demikian, potensi manfaat yang ditawarkan tumbuhan ini dalam mendukung kesehatan pernapasan menjadikannya sebagai area yang menarik untuk penelitian lebih lanjut.

Tips Pemanfaatan Optimal Herba Marjoram

Untuk memaksimalkan potensi manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh herba ini, diperlukan pendekatan yang bijaksana dan terinformasi. Berikut adalah beberapa panduan praktis yang dapat dipertimbangkan:

Tip 1: Integrasikan dalam Diet Seimbang
Herba ini dapat ditambahkan ke berbagai hidangan untuk meningkatkan cita rasa sekaligus memberikan manfaat kesehatan. Taburkan daun segar atau kering ke atas salad, sup, hidangan daging, atau sayuran. Pertimbangkan untuk menggunakannya sebagai bumbu dalam marinasi atau saus. Integrasi yang konsisten dalam diet seimbang dapat membantu memaksimalkan manfaat jangka panjang.

Tip 2: Pemanfaatan Minyak Esensial dengan Hati-hati
Minyak esensial herba ini dapat digunakan dalam aromaterapi untuk efek relaksasi atau diencerkan dengan minyak pembawa untuk aplikasi topikal. Pastikan untuk selalu menggunakan minyak esensial berkualitas tinggi dan melakukan uji alergi sebelum penggunaan topikal. Hindari menelan minyak esensial tanpa pengawasan profesional.

Tip 3: Perhatikan Dosis dan Frekuensi Konsumsi
Konsumsi herba ini dalam jumlah moderat umumnya dianggap aman. Namun, dosis yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Mulailah dengan jumlah kecil dan secara bertahap tingkatkan jika diperlukan. Perhatikan respons tubuh dan sesuaikan dosis sesuai kebutuhan.

Tip 4: Konsultasi dengan Profesional Kesehatan
Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti gangguan pencernaan, tekanan darah rendah, atau alergi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi herba ini secara teratur. Interaksi dengan obat-obatan tertentu juga perlu dipertimbangkan. Konsultasi profesional dapat membantu memastikan keamanan dan efektivitas penggunaan.

Dengan mengikuti panduan ini, potensi manfaat kesehatan yang ditawarkan herba ini dapat dimaksimalkan. Ingatlah bahwa konsistensi dan pendekatan yang terinformasi merupakan kunci untuk memperoleh hasil yang optimal. Selalu prioritaskan keamanan dan konsultasikan dengan profesional kesehatan jika ada kekhawatiran.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Penelitian mengenai efek tanaman Origanum majorana pada kesehatan manusia masih terus berkembang, namun beberapa studi kasus memberikan gambaran awal mengenai potensi manfaatnya. Sebuah laporan kasus yang dipublikasikan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine meneliti efek pemberian ekstrak tanaman ini pada seorang pasien wanita berusia 55 tahun yang menderita insomnia kronis. Setelah mengonsumsi ekstrak tersebut selama empat minggu, pasien melaporkan peningkatan signifikan dalam kualitas tidur, termasuk penurunan latensi tidur dan peningkatan durasi tidur secara keseluruhan. Studi ini menyoroti potensi penggunaan tanaman ini sebagai terapi tambahan untuk gangguan tidur.

Studi lain, yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology, menyelidiki penggunaan tradisional tanaman ini dalam pengobatan diabetes di wilayah Mediterania. Para peneliti mewawancarai praktisi pengobatan tradisional dan mengumpulkan data mengenai penggunaan tanaman ini untuk mengontrol kadar gula darah. Analisis data menunjukkan bahwa tanaman ini sering digunakan sebagai bagian dari formula herbal untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes tipe 2. Studi ini memberikan dukungan untuk penggunaan tradisional tanaman ini dan menggarisbawahi perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab atas efek antidiabetik tersebut.

Meskipun studi kasus ini memberikan bukti awal yang menjanjikan, penting untuk dicatat bahwa penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dan desain yang lebih ketat diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat kesehatan dari tanaman ini secara definitif. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan potensi interaksi antara tanaman ini dengan obat-obatan lain dan efek samping yang mungkin timbul. Konsultasi dengan profesional kesehatan selalu disarankan sebelum menggunakan tanaman ini sebagai bagian dari rencana perawatan kesehatan.

Bukti ilmiah yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki potensi manfaat kesehatan, terutama dalam mengatasi masalah tidur dan mengontrol kadar gula darah. Namun, penting untuk mendekati klaim ini dengan hati-hati dan mengandalkan informasi yang berasal dari sumber yang kredibel. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya efek tanaman ini pada kesehatan manusia dan untuk menentukan cara terbaik untuk memanfaatkannya dalam praktik klinis.