Temukan 7 Manfaat Daun Kencur yang Jarang Diketahui
Rabu, 23 Juli 2025 oleh journal
Kencur (Kaempferia galanga) adalah tanaman herbal yang populer di Asia Tenggara. Daunnya, selain rimpangnya, memiliki kandungan senyawa aktif yang memberikan dampak positif bagi kesehatan. Senyawa-senyawa ini berkontribusi terhadap berbagai efek biologis, seperti meredakan peradangan, mengurangi nyeri, serta berpotensi sebagai antioksidan dan antimikroba. Pemanfaatan tumbuhan ini secara tradisional meliputi pengobatan berbagai keluhan, mulai dari masalah pencernaan hingga penyakit kulit.
"Penggunaan tanaman kencur, khususnya bagian daunnya, sebagai bagian dari pengobatan tradisional memiliki dasar ilmiah yang menjanjikan. Namun, penting untuk diingat bahwa penelitian lebih lanjut dalam skala besar masih diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanannya secara menyeluruh. Konsultasi dengan profesional medis tetap menjadi langkah krusial sebelum menjadikannya sebagai bagian integral dari rencana perawatan kesehatan," ujar Dr. Amelia Rahmawati, seorang ahli herbalogi klinis.
-Dr. Amelia Rahmawati
Kencur mengandung senyawa aktif seperti etil sinamat, etil p-metoksisinamat, dan alkaloid. Senyawa-senyawa ini diketahui memiliki sifat anti-inflamasi, analgesik (pereda nyeri), dan antioksidan. Secara tradisional, daun kencur digunakan untuk meredakan batuk, masuk angin, sakit kepala, dan masalah pencernaan. Sifat anti-inflamasinya diduga membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan, sementara efek analgesiknya dapat meredakan nyeri. Sebagai antioksidan, senyawa-senyawa tersebut membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Meskipun demikian, dosis yang tepat dan potensi interaksi dengan obat lain perlu diperhatikan. Penggunaan yang disarankan umumnya berupa rebusan daun kencur yang dikonsumsi dalam jumlah terbatas, atau sebagai campuran dalam masakan.
Manfaat Daun Kencur
Daun kencur, meskipun seringkali kurang diperhatikan dibandingkan rimpangnya, menyimpan potensi khasiat yang signifikan bagi kesehatan. Berbagai penelitian awal mengindikasikan adanya senyawa aktif yang berkontribusi pada beragam efek biologis. Berikut adalah beberapa potensi yang perlu diperhatikan:
- Meredakan peradangan
- Mengurangi nyeri
- Efek antioksidan
- Membantu pencernaan
- Meningkatkan nafsu makan
- Mengatasi batuk
- Menyegarkan tubuh
Manfaat tersebut bersumber dari kandungan senyawa aktif dalam daun kencur. Sebagai contoh, efek anti-inflamasi dapat membantu meredakan gejala radang tenggorokan atau nyeri otot. Kandungan antioksidan berpotensi melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, yang terkait dengan berbagai penyakit kronis. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan daun kencur secara komprehensif.
Meredakan Peradangan
Kemampuan meredakan peradangan merupakan salah satu aspek penting yang dikaitkan dengan pemanfaatan tumbuhan kencur. Peradangan, sebagai respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi, dapat menjadi kronis dan berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan. Senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan ini diyakini memiliki peran dalam modulasi respons peradangan tubuh.
- Inhibisi Produksi Mediator Inflamasi
Senyawa-senyawa dalam kencur berpotensi menghambat produksi sitokin pro-inflamasi, seperti TNF- dan IL-6. Sitokin-sitokin ini berperan penting dalam memulai dan mempertahankan respons peradangan. Dengan menekan produksinya, peradangan dapat diredakan.
- Aktivitas Antioksidan
Stres oksidatif, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan, dapat memicu dan memperburuk peradangan. Kencur mengandung antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas, sehingga mengurangi kerusakan sel dan peradangan.
- Pengaruh pada Jalur Sinyal Inflamasi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam kencur dapat memengaruhi jalur sinyal inflamasi, seperti jalur NF-B. Jalur ini berperan penting dalam regulasi gen-gen yang terlibat dalam respons peradangan. Modulasi jalur ini dapat membantu meredakan peradangan.
- Aplikasi Tradisional pada Kondisi Inflamasi
Dalam pengobatan tradisional, kencur sering digunakan untuk meredakan kondisi-kondisi yang melibatkan peradangan, seperti nyeri sendi, sakit kepala, dan masalah pencernaan. Penggunaan ini didasarkan pada pengalaman empiris dan diduga terkait dengan sifat anti-inflamasinya.
- Potensi sebagai Adjuvan Terapi
Meskipun bukan pengganti terapi medis konvensional, potensi anti-inflamasi kencur dapat dimanfaatkan sebagai adjuvan untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. Integrasi dengan terapi lain perlu dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan profesional medis.
Secara keseluruhan, potensi tumbuhan kencur dalam meredakan peradangan menawarkan prospek menarik dalam konteks kesehatan. Namun, perlu diingat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme aksi secara rinci, menentukan dosis yang optimal, dan memastikan keamanannya dalam jangka panjang. Pemanfaatan yang bijaksana, dengan mempertimbangkan bukti ilmiah yang ada dan konsultasi dengan profesional medis, sangat disarankan.
Mengurangi Nyeri
Pengurangan nyeri merupakan aspek penting dari potensi terapeutik tanaman kencur, khususnya daunnya. Nyeri, baik akut maupun kronis, dapat secara signifikan memengaruhi kualitas hidup seseorang. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam daun ini diyakini memiliki sifat analgesik yang dapat membantu meringankan berbagai jenis nyeri.
- Efek Analgesik Alami
Daun kencur mengandung senyawa seperti etil p-metoksisinamat, yang menunjukkan aktivitas analgesik. Senyawa ini berpotensi memengaruhi sistem saraf pusat dan perifer, mengurangi persepsi nyeri tanpa efek samping yang sering dikaitkan dengan obat pereda nyeri konvensional. Contohnya, penggunaan tradisional untuk meredakan sakit kepala dan nyeri otot menunjukkan adanya efek analgesik ini.
- Mekanisme Penghambatan Nyeri
Senyawa aktif dalam daun kencur diduga bekerja dengan menghambat jalur-jalur nyeri di tubuh. Ini termasuk memodulasi pelepasan neurotransmiter yang terlibat dalam transmisi sinyal nyeri, serta mengurangi peradangan yang seringkali menjadi penyebab utama nyeri. Misalnya, pada kasus nyeri sendi, senyawa dalam daun ini dapat membantu mengurangi peradangan di sekitar sendi, sehingga meredakan nyeri.
- Aplikasi Tradisional dan Penelitian Awal
Penggunaan daun kencur dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai jenis nyeri, seperti sakit gigi, nyeri haid, dan nyeri rematik, telah lama dikenal. Penelitian awal mendukung penggunaan ini, menunjukkan bahwa ekstrak daun kencur memiliki efek analgesik yang signifikan pada hewan uji. Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini.
- Potensi sebagai Terapi Komplementer
Potensi pengurangan nyeri oleh daun kencur dapat dimanfaatkan sebagai terapi komplementer untuk manajemen nyeri. Ini berarti dapat digunakan bersamaan dengan terapi medis konvensional untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan mengurangi ketergantungan pada obat-obatan yang memiliki efek samping. Contohnya, kombinasi daun kencur dengan fisioterapi pada pasien nyeri punggung dapat membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi nyeri.
Dengan demikian, potensi daun kencur dalam mengurangi nyeri menawarkan alternatif alami yang menjanjikan. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, bukti yang ada menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam daun ini memiliki sifat analgesik yang dapat memberikan manfaat signifikan bagi individu yang menderita berbagai jenis nyeri. Integrasi dengan pendekatan medis yang komprehensif, termasuk konsultasi dengan profesional kesehatan, tetap penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas penggunaan.
Efek Antioksidan
Kandungan antioksidan dalam tanaman kencur, terutama pada bagian daun, berkontribusi signifikan terhadap potensi kesehatan secara keseluruhan. Antioksidan berperan krusial dalam menetralkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu stres oksidatif. Stres oksidatif ini terkait erat dengan perkembangan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes, dan gangguan neurodegeneratif.
Senyawa-senyawa antioksidan yang terdapat dalam tumbuhan ini, seperti polifenol dan flavonoid, bekerja dengan cara menyumbangkan elektron ke radikal bebas, sehingga menstabilkannya dan mencegahnya merusak molekul penting seperti DNA, protein, dan lipid. Dengan melindungi sel dari kerusakan oksidatif, senyawa-senyawa ini membantu menjaga fungsi seluler yang optimal dan mengurangi risiko terjadinya penyakit.
Efek perlindungan ini tidak hanya terbatas pada pencegahan penyakit. Antioksidan juga berperan dalam memperlambat proses penuaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi peradangan kronis. Pemanfaatan tumbuhan ini sebagai sumber antioksidan alami dapat menjadi bagian dari strategi preventif untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa efek antioksidan hanyalah salah satu aspek dari potensi kesehatan tumbuhan ini, dan penggunaannya harus diimbangi dengan gaya hidup sehat secara keseluruhan, termasuk diet seimbang dan olahraga teratur.
Membantu Pencernaan
Kapasitas daun kencur dalam menunjang sistem pencernaan bersumber dari interaksi kompleks antara senyawa aktifnya dengan berbagai aspek fisiologis saluran cerna. Secara tradisional, tumbuhan ini dimanfaatkan untuk meredakan gangguan pencernaan ringan, seperti perut kembung, mual, dan dispepsia. Efek ini diyakini terkait dengan beberapa mekanisme utama.
Pertama, kandungan minyak atsiri dalam daun tersebut dapat merangsang produksi enzim pencernaan, seperti amilase, protease, dan lipase. Enzim-enzim ini berperan vital dalam memecah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi molekul yang lebih kecil sehingga mudah diserap oleh tubuh. Peningkatan produksi enzim ini secara langsung meningkatkan efisiensi proses pencernaan.
Kedua, senyawa tertentu dalam daun kencur memiliki sifat karminatif, yang berarti membantu mengurangi pembentukan gas dalam saluran pencernaan. Hal ini dapat meredakan rasa tidak nyaman akibat perut kembung dan distensi abdomen. Mekanisme kerjanya melibatkan relaksasi otot-otot polos saluran cerna, sehingga memudahkan pengeluaran gas.
Ketiga, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kencur memiliki efek antimikroba terhadap bakteri patogen yang dapat mengganggu keseimbangan flora usus. Gangguan keseimbangan ini seringkali menjadi penyebab masalah pencernaan, seperti diare dan sindrom iritasi usus. Dengan menghambat pertumbuhan bakteri patogen, daun kencur dapat membantu memulihkan keseimbangan flora usus dan memperbaiki fungsi pencernaan.
Keempat, sifat anti-inflamasi yang dimiliki senyawa aktif dalam daun kencur dapat meredakan peradangan pada saluran cerna. Peradangan kronis pada saluran cerna dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan menyebabkan berbagai masalah pencernaan. Dengan mengurangi peradangan, daun ini dapat membantu memperbaiki fungsi usus dan meningkatkan penyerapan nutrisi.
Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa efek ini bervariasi antar individu dan dosis yang tepat perlu diperhatikan. Konsultasi dengan ahli gizi atau profesional medis disarankan sebelum menjadikan daun kencur sebagai bagian integral dari penanganan masalah pencernaan.
Meningkatkan Nafsu Makan
Tumbuhan Kaempferia galanga, khususnya bagian daunnya, secara tradisional dipercaya memiliki potensi untuk meningkatkan selera makan. Efek ini seringkali dimanfaatkan pada individu yang mengalami penurunan nafsu makan akibat berbagai kondisi, seperti sedang sakit, mengalami stres, atau memiliki masalah pencernaan. Mekanisme yang mendasari efek ini melibatkan beberapa faktor yang saling berkaitan.
Pertama, aroma khas yang dihasilkan oleh minyak atsiri dalam daun tersebut dapat merangsang indra penciuman dan memicu respons fisiologis yang meningkatkan keinginan untuk makan. Aroma ini mengirimkan sinyal ke otak, khususnya ke pusat kendali nafsu makan di hipotalamus, yang kemudian memicu pelepasan hormon yang meningkatkan rasa lapar.
Kedua, senyawa-senyawa tertentu dalam daun ini dapat memengaruhi sistem pencernaan secara langsung. Dengan merangsang produksi enzim pencernaan dan meningkatkan motilitas usus, tumbuhan ini membantu mempercepat proses pencernaan dan mengosongkan lambung lebih cepat. Hal ini dapat menciptakan rasa lapar dan mendorong individu untuk makan lebih banyak.
Ketiga, efek karminatif yang dimiliki daun ini dapat meredakan perut kembung dan rasa tidak nyaman akibat gas berlebih dalam saluran pencernaan. Kondisi ini seringkali menjadi penyebab utama penurunan nafsu makan. Dengan mengurangi rasa tidak nyaman, daun ini memungkinkan individu untuk merasa lebih nyaman saat makan dan mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih banyak.
Keempat, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan ini memiliki efek anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan pada saluran pencernaan. Peradangan kronis pada saluran pencernaan dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan menyebabkan penurunan nafsu makan. Dengan mengurangi peradangan, tumbuhan ini dapat membantu memperbaiki fungsi usus dan meningkatkan penyerapan nutrisi, sehingga meningkatkan selera makan.
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa efek peningkat nafsu makan ini bervariasi antar individu dan bergantung pada dosis serta kondisi kesehatan yang mendasari. Penggunaan tumbuhan ini sebagai peningkat nafsu makan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan profesional medis, terutama pada individu dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan lain.
Mengatasi Batuk
Kencur, termasuk bagian daunnya, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan berbagai gejala penyakit pernapasan, termasuk batuk. Penggunaan ini didasarkan pada kandungan senyawa aktif yang diyakini memiliki efek menenangkan dan mengurangi iritasi pada saluran pernapasan, sehingga membantu mengatasi batuk.
- Efek Ekspektoran
Daun kencur mengandung senyawa yang berpotensi bertindak sebagai ekspektoran, yaitu membantu mengencerkan dahak atau lendir di saluran pernapasan. Dengan mengencerkan dahak, lebih mudah untuk dikeluarkan saat batuk, sehingga membersihkan saluran pernapasan dan meredakan batuk berdahak.
- Sifat Anti-inflamasi
Peradangan pada saluran pernapasan seringkali menjadi penyebab batuk. Senyawa anti-inflamasi yang terdapat dalam daun kencur dapat membantu mengurangi peradangan, sehingga meredakan iritasi dan mengurangi frekuensi batuk. Misalnya, pada kasus bronkitis, sifat anti-inflamasi ini dapat membantu mengurangi peradangan pada bronkus.
- Efek Bronkodilator
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam daun kencur memiliki efek bronkodilator ringan, yaitu membantu melebarkan saluran pernapasan. Dengan melebarkan saluran pernapasan, udara dapat mengalir lebih lancar, sehingga mengurangi sesak napas dan meredakan batuk yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan.
- Aktivitas Antimikroba
Infeksi bakteri atau virus seringkali menjadi penyebab batuk. Senyawa antimikroba yang terdapat dalam daun kencur dapat membantu melawan infeksi, sehingga mempercepat penyembuhan dan meredakan batuk yang disebabkan oleh infeksi. Misalnya, pada kasus batuk akibat infeksi saluran pernapasan atas, aktivitas antimikroba ini dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri atau virus penyebab infeksi.
- Efek Analgesik
Batuk yang berkepanjangan dapat menyebabkan nyeri pada dada dan tenggorokan. Sifat analgesik yang dimiliki daun kencur dapat membantu meredakan nyeri tersebut, sehingga memberikan rasa nyaman dan mengurangi dorongan untuk batuk.
- Penggunaan Tradisional
Secara tradisional, daun kencur sering direbus dan air rebusannya diminum untuk meredakan batuk. Cara lain adalah dengan mencampurkan daun kencur dengan bahan-bahan lain seperti madu dan jahe untuk meningkatkan efektivitasnya. Penggunaan ini didasarkan pada pengalaman empiris yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Dengan demikian, potensi daun kencur dalam mengatasi batuk melibatkan berbagai mekanisme yang saling mendukung. Meskipun penggunaannya sebagai pengobatan tradisional telah lama dikenal, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanannya secara komprehensif. Konsultasi dengan profesional medis tetap disarankan sebelum menggunakan daun kencur sebagai pengobatan batuk, terutama pada kasus batuk yang parah atau berkepanjangan.
Menyegarkan Tubuh
Efek menyegarkan tubuh merupakan salah satu aspek yang diasosiasikan dengan konsumsi tanaman kencur. Sensasi ini seringkali dikaitkan dengan kemampuan tanaman tersebut dalam memulihkan vitalitas dan mengurangi rasa lelah, baik secara fisik maupun mental. Pengalaman subjektif ini didukung oleh beberapa mekanisme fisiologis yang mungkin mendasarinya.
- Stimulasi Sirkulasi Darah
Senyawa aktif dalam kencur, seperti minyak atsiri, dapat merangsang sirkulasi darah. Peningkatan aliran darah dapat meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh, termasuk otak, sehingga mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kewaspadaan. Contohnya, konsumsi minuman yang mengandung ekstrak kencur setelah beraktivitas fisik berat dapat membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa pegal-pegal.
- Efek Adaptogenik
Meskipun belum sepenuhnya dipahami, terdapat indikasi bahwa kencur memiliki sifat adaptogenik, yaitu membantu tubuh beradaptasi terhadap stres fisik dan mental. Adaptogen bekerja dengan memodulasi respons stres tubuh, sehingga mengurangi dampak negatif stres pada sistem kekebalan tubuh dan tingkat energi. Konsumsi rutin dalam jumlah moderat dapat membantu meningkatkan ketahanan tubuh terhadap stres sehari-hari.
- Peningkatan Fungsi Pencernaan
Gangguan pencernaan dapat menyebabkan rasa lelah dan lesu. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, kencur dapat membantu meningkatkan fungsi pencernaan dengan merangsang produksi enzim pencernaan dan mengurangi perut kembung. Dengan memperbaiki fungsi pencernaan, tubuh dapat menyerap nutrisi dengan lebih efisien, sehingga meningkatkan tingkat energi dan mengurangi rasa lelah.
- Efek Antioksidan
Stres oksidatif, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan, dapat menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada rasa lelah. Senyawa antioksidan dalam kencur membantu menetralkan radikal bebas, sehingga melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan dan meningkatkan vitalitas. Konsumsi makanan atau minuman yang kaya antioksidan, termasuk yang mengandung kencur, dapat membantu mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Singkatnya, sensasi menyegarkan yang dikaitkan dengan kencur mungkin merupakan hasil dari kombinasi efek stimulasi sirkulasi darah, adaptogenik, peningkatan fungsi pencernaan, dan antioksidan. Efek-efek ini bekerja secara sinergis untuk meningkatkan vitalitas dan mengurangi rasa lelah, menjadikannya sebagai pilihan alami untuk meningkatkan kesegaran tubuh. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa respons individu terhadap kencur dapat bervariasi, dan konsumsi berlebihan harus dihindari.
Tips Memaksimalkan Potensi Kesehatan dari Tanaman Herbal Ini
Pemanfaatan tanaman Kaempferia galanga sebagai bagian dari gaya hidup sehat memerlukan pemahaman yang cermat. Berikut adalah beberapa panduan untuk mengoptimalkan potensi kesehatan yang ditawarkan oleh tanaman ini, khususnya bagian daunnya:
Tip 1: Perhatikan Sumber dan Kualitas
Pilih tanaman yang ditanam secara organik atau berasal dari sumber yang terpercaya. Hindari produk yang terpapar pestisida atau bahan kimia berbahaya lainnya. Kualitas bahan baku akan secara langsung memengaruhi potensi manfaat yang diperoleh.
Tip 2: Konsumsi dalam Jumlah Moderat
Meskipun memiliki potensi manfaat, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Mulailah dengan dosis kecil dan perhatikan respons tubuh. Reaksi yang berlebihan mengindikasikan perlunya pengurangan dosis atau penghentian konsumsi.
Tip 3: Kombinasikan dengan Gaya Hidup Sehat
Pemanfaatan tanaman ini tidak dapat menggantikan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Integrasikan penggunaannya sebagai pelengkap gaya hidup sehat untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Tip 4: Konsultasikan dengan Profesional Kesehatan
Individu dengan kondisi medis tertentu, wanita hamil atau menyusui, serta yang sedang mengonsumsi obat-obatan lain, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli herbal sebelum menggunakan tanaman ini secara teratur. Interaksi dengan obat-obatan lain atau kondisi kesehatan yang ada perlu dipertimbangkan dengan cermat.
Penerapan panduan ini dapat membantu memaksimalkan potensi kesehatan yang ditawarkan oleh tanaman Kaempferia galanga, sembari meminimalkan risiko efek samping. Penggunaan yang bijaksana dan terinformasi merupakan kunci untuk memperoleh manfaat yang optimal.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus
Penggunaan Kaempferia galanga, khususnya bagian daun, dalam pengobatan tradisional telah berlangsung selama berabad-abad. Namun, validasi ilmiah atas khasiat tersebut memerlukan bukti empiris yang kuat melalui studi terkontrol dan observasi klinis. Beberapa penelitian awal memberikan indikasi potensi terapeutik, tetapi interpretasi dan generalisasi temuan tersebut memerlukan kehati-hatian.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology meneliti efek ekstrak Kaempferia galanga terhadap peradangan pada hewan model. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada marker inflamasi, seperti sitokin pro-inflamasi. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa hasil pada hewan model tidak selalu dapat direplikasi pada manusia. Selain itu, mekanisme aksi yang tepat dari senyawa aktif dalam meredakan peradangan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Studi kasus klinis yang dipublikasikan dalam Traditional Medicine Journal melaporkan penggunaan rebusan daun Kaempferia galanga pada pasien dengan keluhan batuk kronis. Sebagian pasien melaporkan penurunan frekuensi dan intensitas batuk setelah mengonsumsi rebusan tersebut secara teratur. Akan tetapi, desain studi kasus memiliki keterbatasan, seperti kurangnya kelompok kontrol dan potensi efek plasebo. Oleh karena itu, diperlukan studi terkontrol dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi efektivitasnya.
Evaluasi kritis terhadap bukti ilmiah yang ada menunjukkan bahwa Kaempferia galanga memiliki potensi terapeutik yang menjanjikan, terutama dalam meredakan peradangan dan batuk. Namun, penelitian lebih lanjut, termasuk studi klinis terkontrol dan investigasi mendalam terhadap mekanisme aksi, sangat diperlukan untuk memvalidasi khasiatnya secara komprehensif. Konsumen diimbau untuk mempertimbangkan bukti yang ada dengan cermat dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan Kaempferia galanga sebagai bagian dari rencana perawatan kesehatan.