7 Manfaat Buah Duku, Efek Samping & Khasiat yang Jarang Diketahui

Kamis, 17 Juli 2025 oleh journal

Buah duku, selain memiliki rasa manis yang menyegarkan, menawarkan sejumlah keuntungan bagi kesehatan tubuh. Konsumsi buah ini dapat memberikan nutrisi penting, seperti vitamin dan mineral. Namun, perlu diperhatikan bahwa konsumsi berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif. Oleh karena itu, pemahaman tentang potensi kebaikan dan risiko yang mungkin timbul penting untuk mendapatkan manfaat optimal.

"Buah duku, dalam jumlah yang wajar, dapat menjadi tambahan yang sehat untuk diet sehari-hari. Kandungan nutrisinya menawarkan potensi manfaat, namun perlu diingat bahwa respons tubuh terhadap makanan bervariasi antar individu. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi yang dipersonalisasi, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu," ujar Dr. Amelia Rahmawati, seorang ahli gizi klinis.

7 Manfaat Buah Duku, Efek Samping & Khasiat yang Jarang Diketahui

- Dr. Amelia Rahmawati, Ahli Gizi Klinis.

Meskipun demikian, penting untuk memahami lebih dalam mengenai komposisi buah ini dan bagaimana ia dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Berikut adalah tinjauan lebih rinci mengenai potensi manfaat dan risiko terkait konsumsi buah duku.

Buah duku mengandung senyawa aktif seperti vitamin C, vitamin E, dan berbagai mineral. Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin E juga memiliki sifat antioksidan dan mendukung kesehatan kulit. Mineral yang terkandung dalam buah duku, seperti kalsium dan fosfor, penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak buah duku memiliki potensi anti-inflamasi.

Meskipun demikian, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung atau diare, karena kandungan seratnya yang tinggi. Selain itu, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap buah duku. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi buah ini dalam jumlah sedang, yaitu sekitar 100-200 gram per hari, dan memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsinya. Bagi individu dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi buah duku secara teratur.

Manfaat Buah Duku dan Efek Sampingnya

Buah duku menawarkan berbagai potensi manfaat kesehatan, namun pemahaman terhadap kemungkinan efek sampingnya sama pentingnya. Manfaat ini berasal dari kandungan nutrisi yang beragam, sementara efek sampingnya terkait dengan konsumsi berlebihan atau kondisi kesehatan individu.

  • Sumber antioksidan
  • Mendukung kesehatan tulang
  • Meningkatkan sistem kekebalan
  • Menjaga kesehatan pencernaan
  • Potensi anti-inflamasi
  • Regulasi gula darah (terbatas)
  • Risiko alergi (pada sebagian orang)

Manfaat buah duku, seperti kandungan antioksidan, dapat membantu melindungi sel dari kerusakan. Mineral penting mendukung kesehatan tulang, dan vitamin meningkatkan kekebalan tubuh. Serat dalam buah duku dapat membantu pencernaan, namun konsumsi berlebihan dapat menyebabkan masalah pencernaan. Beberapa penelitian menunjukkan potensi anti-inflamasi, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan. Penting untuk diingat bahwa respons individu terhadap buah duku dapat bervariasi, dan konsumsi harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Sumber Antioksidan

Keberadaan antioksidan dalam buah duku merupakan salah satu aspek penting dalam memahami potensi manfaatnya bagi kesehatan. Antioksidan berperan krusial dalam melawan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan berkontribusi pada berbagai penyakit kronis. Potensi manfaat dan risiko yang terkait dengan konsumsi buah duku sebagian besar dipengaruhi oleh kandungan antioksidan ini.

  • Jenis Antioksidan dalam Buah Duku

    Buah duku mengandung berbagai jenis antioksidan, termasuk vitamin C dan vitamin E. Vitamin C adalah antioksidan larut air yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas di lingkungan berair tubuh. Vitamin E adalah antioksidan larut lemak yang melindungi membran sel dari kerusakan oksidatif. Kombinasi kedua vitamin ini memberikan perlindungan komprehensif terhadap stres oksidatif.

  • Peran Antioksidan dalam Melawan Radikal Bebas

    Radikal bebas terbentuk secara alami dalam tubuh sebagai hasil dari metabolisme normal, tetapi juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti polusi, asap rokok, dan radiasi. Antioksidan bekerja dengan menetralkan radikal bebas, mencegahnya merusak sel-sel tubuh. Proses ini membantu mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini.

  • Pengaruh Antioksidan pada Kesehatan Jantung

    Stres oksidatif berperan penting dalam perkembangan penyakit jantung. Antioksidan dalam buah duku dapat membantu melindungi arteri dari kerusakan akibat oksidasi kolesterol LDL ("kolesterol jahat"), yang merupakan faktor utama dalam pembentukan plak aterosklerosis. Dengan mengurangi stres oksidatif, antioksidan dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

  • Potensi Antioksidan dalam Pencegahan Kanker

    Kerusakan DNA akibat radikal bebas dapat meningkatkan risiko perkembangan kanker. Antioksidan membantu melindungi DNA dari kerusakan ini, sehingga berpotensi mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah duku dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan kanker.

  • Dampak Antioksidan pada Kesehatan Kulit

    Stres oksidatif dapat mempercepat penuaan kulit, menyebabkan keriput, bintik-bintik penuaan, dan hilangnya elastisitas. Antioksidan dalam buah duku membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga membantu menjaga kulit tetap sehat dan tampak lebih muda. Vitamin E khususnya dikenal karena manfaatnya bagi kesehatan kulit.

Keberadaan antioksidan dalam buah duku berkontribusi signifikan terhadap potensi manfaatnya bagi kesehatan. Namun, penting untuk diingat bahwa manfaat ini harus diimbangi dengan potensi efek samping, seperti masalah pencernaan jika dikonsumsi berlebihan. Konsumsi buah duku sebagai bagian dari diet seimbang dan gaya hidup sehat dapat membantu memaksimalkan manfaat antioksidannya dan meminimalkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.

Mendukung Kesehatan Tulang

Kesehatan tulang merupakan aspek krusial dari kesejahteraan fisik secara keseluruhan, dan nutrisi memainkan peran vital dalam menjaga kepadatan serta kekuatan tulang. Buah duku, dengan kandungan mineralnya, berkontribusi terhadap pemeliharaan struktur tulang yang optimal. Keberadaan kalsium dan fosfor, dua mineral esensial bagi pembentukan dan pemeliharaan tulang, menjadikan buah ini sebagai salah satu sumber nutrisi yang berpotensi mendukung kesehatan skeletal. Kalsium berperan sebagai blok bangunan utama tulang, sementara fosfor membantu dalam proses mineralisasi tulang, memastikan kekuatannya. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa konsumsi buah duku sebaiknya menjadi bagian dari pola makan seimbang yang mencakup sumber kalsium dan nutrisi lain yang penting bagi kesehatan tulang. Konsumsi berlebihan, seperti halnya makanan lain, dapat menimbulkan efek samping, sehingga moderasi dan pertimbangan terhadap kondisi kesehatan individu tetap menjadi faktor penting. Selain itu, gaya hidup sehat yang mencakup aktivitas fisik teratur juga berperan signifikan dalam memelihara kepadatan dan kekuatan tulang sepanjang hidup.

Meningkatkan Sistem Kekebalan

Sistem kekebalan tubuh merupakan pertahanan alami terhadap infeksi dan penyakit. Kemampuan buah duku dalam mendukung fungsi imun menjadi aspek penting dalam memahami nilai gizi dan potensi dampaknya terhadap kesehatan. Berbagai komponen dalam buah duku dapat berkontribusi pada peningkatan respons imun tubuh.

  • Peran Vitamin C sebagai Imunomodulator

    Vitamin C, yang terdapat dalam buah duku, dikenal sebagai imunomodulator yang kuat. Vitamin ini membantu meningkatkan produksi sel-sel kekebalan tubuh, seperti limfosit dan fagosit, yang berperan dalam melawan infeksi. Selain itu, vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan, melindungi sel-sel kekebalan dari kerusakan akibat radikal bebas yang dihasilkan selama respons imun.

  • Kontribusi Antioksidan Lainnya dalam Perlindungan Sel Kekebalan

    Selain vitamin C, buah duku mengandung antioksidan lain, seperti vitamin E, yang turut melindungi sel-sel kekebalan dari kerusakan oksidatif. Stres oksidatif dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga perlindungan dari antioksidan menjadi sangat penting. Dengan melindungi sel-sel kekebalan, antioksidan membantu menjaga fungsi optimal sistem imun.

  • Pengaruh Mineral pada Fungsi Imun

    Beberapa mineral yang terkandung dalam buah duku, seperti zinc, juga berperan dalam fungsi imun. Zinc penting untuk perkembangan dan fungsi sel-sel kekebalan, serta terlibat dalam produksi antibodi. Kekurangan zinc dapat menyebabkan penurunan fungsi imun dan meningkatkan risiko infeksi.

  • Serat dan Kesehatan Mikrobiota Usus

    Serat dalam buah duku dapat mendukung kesehatan mikrobiota usus, yaitu komunitas mikroorganisme yang hidup di dalam saluran pencernaan. Mikrobiota usus yang sehat berperan penting dalam mengatur sistem kekebalan tubuh. Serat menyediakan makanan bagi bakteri baik di usus, sehingga membantu menjaga keseimbangan mikrobiota dan meningkatkan respons imun.

  • Pertimbangan Konsumsi untuk Sistem Kekebalan yang Optimal

    Meskipun buah duku menawarkan potensi manfaat bagi sistem kekebalan tubuh, penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan masalah pencernaan yang justru dapat memengaruhi sistem kekebalan secara negatif. Kombinasikan konsumsi buah duku dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat untuk mendapatkan manfaat optimal bagi sistem imun.

Dengan demikian, buah duku dapat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, penting untuk diingat bahwa manfaat ini harus dipertimbangkan bersamaan dengan potensi efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi berlebihan atau kondisi kesehatan individu. Konsultasi dengan profesional kesehatan dapat membantu menentukan porsi konsumsi yang tepat dan aman.

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Kesehatan pencernaan memegang peranan krusial dalam penyerapan nutrisi dan eliminasi limbah tubuh. Buah duku, dengan kandungan seratnya, memiliki potensi untuk mendukung fungsi pencernaan yang optimal. Namun, penting untuk memahami bahwa efek buah ini terhadap sistem pencernaan bersifat kompleks, dengan potensi manfaat dan risiko yang perlu dipertimbangkan secara seksama.

  • Kandungan Serat dan Perannya dalam Pergerakan Usus

    Buah duku mengandung serat, baik serat larut maupun tidak larut. Serat tidak larut meningkatkan volume feses dan mempercepat pergerakan usus, membantu mencegah konstipasi. Serat larut dapat membantu memperlambat pencernaan, memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu mengatur kadar gula darah. Konsumsi serat yang cukup penting untuk menjaga kelancaran proses pencernaan.

  • Potensi Efek Laksatif Alami

    Kandungan serat yang tinggi pada buah duku dapat memberikan efek laksatif alami. Bagi individu yang mengalami konstipasi ringan, konsumsi buah duku dalam jumlah sedang dapat membantu melancarkan buang air besar. Namun, penting untuk diingat bahwa efek laksatif ini dapat bervariasi antar individu, tergantung pada sensitivitas sistem pencernaan masing-masing.

  • Risiko Konsumsi Berlebihan dan Gangguan Pencernaan

    Konsumsi buah duku secara berlebihan, terutama bagi individu yang tidak terbiasa mengonsumsi serat dalam jumlah tinggi, dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, gas, dan diare. Serat yang berlebihan dapat menarik air ke dalam usus, menyebabkan feses menjadi terlalu encer. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi buah duku dalam jumlah yang wajar dan meningkatkan asupan air.

  • Pengaruh pada Mikrobiota Usus

    Serat dalam buah duku dapat berperan sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik di usus. Mikrobiota usus yang sehat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh. Dengan menyediakan makanan bagi bakteri baik, serat dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan meningkatkan fungsi pencernaan.

  • Pertimbangan Khusus bagi Individu dengan Kondisi Pencernaan Tertentu

    Individu dengan kondisi pencernaan tertentu, seperti sindrom iritasi usus (IBS) atau penyakit radang usus (IBD), perlu berhati-hati dalam mengonsumsi buah duku. Konsumsi serat yang tinggi dapat memperburuk gejala pada beberapa individu dengan kondisi ini. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi buah duku secara teratur.

Dengan demikian, buah duku dapat memberikan manfaat bagi kesehatan pencernaan melalui kandungan seratnya. Namun, penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar dan memperhatikan respons tubuh. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, terutama bagi individu yang tidak terbiasa mengonsumsi serat dalam jumlah tinggi atau memiliki kondisi pencernaan tertentu. Pemahaman yang baik mengenai potensi manfaat dan risiko buah duku penting untuk mendapatkan manfaat optimal bagi kesehatan pencernaan.

Potensi Anti-inflamasi

Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak dari buah duku memiliki sifat anti-inflamasi. Peradangan kronis merupakan faktor kunci dalam berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes, arthritis, dan bahkan beberapa jenis kanker. Senyawa-senyawa tertentu yang terkandung dalam buah duku, diduga flavonoid dan senyawa fenolik lainnya, dapat berperan dalam menghambat produksi molekul-molekul pro-inflamasi dalam tubuh. Dengan menekan respons inflamasi, buah ini berpotensi memberikan perlindungan terhadap penyakit-penyakit tersebut. Namun, perlu ditekankan bahwa penelitian yang ada masih terbatas dan sebagian besar dilakukan secara in vitro (di laboratorium) atau pada hewan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk mengkonfirmasi efek anti-inflamasi ini dan menentukan dosis yang efektif serta aman. Selain itu, penting untuk diingat bahwa potensi manfaat anti-inflamasi ini harus dipertimbangkan dalam konteks keseluruhan diet dan gaya hidup sehat, serta potensi efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi buah ini.

Regulasi Gula Darah (Terbatas)

Pengaruh buah duku terhadap regulasi gula darah merupakan area yang memerlukan perhatian khusus, mengingat potensi manfaat sekaligus risiko yang terkait. Meskipun beberapa komponen dalam buah duku dapat memberikan kontribusi positif, efeknya secara keseluruhan bersifat terbatas dan memerlukan pemahaman yang cermat.

  • Kandungan Serat dan Pengaruhnya pada Absorbsi Glukosa

    Serat dalam buah duku, khususnya serat larut, dapat memperlambat proses penyerapan glukosa dari makanan ke dalam aliran darah. Hal ini berpotensi membantu mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan. Namun, jumlah serat dalam buah duku mungkin tidak signifikan untuk memberikan efek regulasi gula darah yang substansial, terutama jika dibandingkan dengan sumber serat lainnya.

  • Indeks Glikemik (IG) dan Beban Glikemik (BG) Buah Duku

    Informasi mengenai Indeks Glikemik (IG) dan Beban Glikemik (BG) buah duku masih terbatas. IG mengukur seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah, sementara BG mempertimbangkan baik IG maupun jumlah karbohidrat dalam porsi makanan. Tanpa data yang akurat, sulit untuk memprediksi secara pasti pengaruh buah duku terhadap kadar gula darah.

  • Potensi Interaksi dengan Kondisi Medis dan Obat-obatan

    Individu dengan diabetes atau kondisi medis yang memengaruhi regulasi gula darah perlu berhati-hati dalam mengonsumsi buah duku. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan untuk memastikan bahwa konsumsi buah duku tidak mengganggu pengobatan atau memperburuk kondisi yang ada. Potensi interaksi antara buah duku dan obat-obatan juga perlu dipertimbangkan.

  • Pentingnya Kontrol Porsi dan Kombinasi dengan Makanan Lain

    Jika mengonsumsi buah duku, kontrol porsi sangat penting. Konsumsi dalam jumlah sedang lebih disarankan daripada konsumsi berlebihan. Selain itu, mengombinasikan buah duku dengan sumber protein atau lemak sehat dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa dan menstabilkan kadar gula darah.

Secara keseluruhan, potensi buah duku dalam regulasi gula darah bersifat terbatas dan memerlukan perhatian khusus. Kontrol porsi, pertimbangan kondisi medis individu, dan kombinasi dengan makanan lain merupakan faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Informasi yang lebih akurat mengenai IG dan BG buah duku akan sangat membantu dalam memberikan rekomendasi yang lebih tepat.

Risiko alergi (pada sebagian orang)

Meskipun buah duku menawarkan berbagai manfaat potensial, penting untuk menyadari bahwa beberapa individu mungkin mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsinya. Risiko alergi ini merupakan bagian integral dari profil efek samping buah duku, yang memerlukan kewaspadaan dan pemahaman yang tepat.

  • Identifikasi Alergen Potensial dalam Buah Duku

    Meskipun alergen spesifik dalam buah duku belum sepenuhnya teridentifikasi, reaksi alergi dapat dipicu oleh protein atau senyawa lain yang secara alami terdapat dalam buah tersebut. Reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru mengidentifikasi zat ini sebagai ancaman, memicu respons imun yang berlebihan.

  • Gejala Reaksi Alergi Terhadap Buah Duku

    Gejala alergi dapat bervariasi dari ringan hingga berat, meliputi gatal-gatal, ruam kulit, pembengkakan bibir, lidah, atau tenggorokan, kesulitan bernapas, mual, muntah, diare, dan dalam kasus yang parah, anafilaksis. Anafilaksis adalah reaksi alergi yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan medis segera.

  • Faktor Risiko Alergi Buah Duku

    Individu dengan riwayat alergi terhadap buah-buahan lain, terutama buah-buahan tropis, mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami alergi terhadap buah duku. Riwayat alergi dalam keluarga juga dapat meningkatkan risiko. Bayi dan anak-anak kecil mungkin lebih rentan terhadap reaksi alergi karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang.

  • Manajemen dan Pencegahan Reaksi Alergi

    Jika dicurigai alergi terhadap buah duku, penting untuk menghindari konsumsi buah tersebut. Konsultasi dengan ahli alergi dapat membantu mengidentifikasi alergen spesifik dan mengembangkan rencana manajemen alergi yang tepat. Individu dengan riwayat anafilaksis harus selalu membawa epinefrin auto-injector (EpiPen) dan mengetahui cara menggunakannya.

Risiko alergi terhadap buah duku merupakan pertimbangan penting dalam memahami potensi manfaat dan efek sampingnya. Kewaspadaan, identifikasi dini gejala, dan manajemen yang tepat dapat membantu meminimalkan risiko dan memastikan konsumsi buah yang aman bagi sebagian besar individu.

Panduan Konsumsi Buah Duku yang Bijak

Memaksimalkan potensi kebaikan dan meminimalkan kemungkinan dampak negatif memerlukan pendekatan yang terinformasi. Pertimbangkan panduan berikut untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Tip 1: Mulai dengan Porsi Kecil
Uji toleransi tubuh dengan mengonsumsi buah dalam jumlah sedikit terlebih dahulu. Perhatikan respons tubuh, terutama jika memiliki riwayat alergi atau sensitivitas terhadap makanan tertentu. Mulailah dengan 1-2 buah dan tingkatkan secara bertahap jika tidak ada reaksi merugikan.

Tip 2: Perhatikan Kondisi Kesehatan
Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, gangguan pencernaan, atau alergi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi buah ini secara teratur. Penyesuaian porsi atau penghindaran mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi.

Tip 3: Kombinasikan dengan Diet Seimbang
Jangan mengandalkan buah ini sebagai satu-satunya sumber nutrisi. Pastikan pola makan seimbang yang mencakup berbagai jenis makanan, termasuk buah-buahan, sayuran, protein, dan biji-bijian. Kombinasi ini memastikan asupan nutrisi yang lengkap dan meminimalkan risiko kekurangan nutrisi.

Tip 4: Perhatikan Kualitas dan Kesegaran
Pilih buah yang segar, matang, dan bebas dari tanda-tanda kerusakan. Hindari buah yang memar, berlendir, atau berbau tidak sedap. Penyimpanan yang tepat juga penting untuk menjaga kualitas nutrisi dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.

Dengan mengikuti panduan ini, konsumsi buah dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan, dengan meminimalkan potensi risiko dan memaksimalkan manfaat yang ditawarkan.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Penelitian mengenai dampak konsumsi buah duku terhadap kesehatan masih terbatas, namun beberapa studi awal dan laporan kasus memberikan gambaran awal mengenai potensi manfaat dan efek sampingnya. Studi in vitro telah mengidentifikasi senyawa antioksidan dan anti-inflamasi dalam ekstrak buah, menunjukkan potensi perlindungan terhadap kerusakan sel dan peradangan. Namun, hasil ini belum sepenuhnya diterjemahkan ke dalam manfaat klinis yang terukur pada manusia.

Beberapa laporan kasus menunjukkan bahwa konsumsi buah duku dalam jumlah sedang dapat membantu meredakan konstipasi pada individu dengan masalah pencernaan ringan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kandungan serat dalam buah tersebut. Namun, laporan lain juga mencatat bahwa konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kembung, gas, dan diare, terutama pada individu yang tidak terbiasa mengonsumsi serat dalam jumlah tinggi. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis optimal dan mengidentifikasi populasi yang paling mungkin mendapatkan manfaat dari efek pencahar buah duku.

Terdapat pula laporan mengenai reaksi alergi terhadap buah duku, meskipun kejadiannya relatif jarang. Gejala alergi yang dilaporkan bervariasi dari gatal-gatal dan ruam kulit hingga kesulitan bernapas. Individu dengan riwayat alergi terhadap buah-buahan tropis sebaiknya berhati-hati saat mengonsumsi buah duku dan memantau respons tubuh mereka dengan cermat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi alergen spesifik dalam buah duku dan mengembangkan tes diagnostik yang akurat.

Meskipun bukti awal menjanjikan, penting untuk menafsirkan hasil penelitian dan laporan kasus dengan hati-hati. Diperlukan studi klinis yang lebih besar dan terkontrol dengan baik untuk mengkonfirmasi potensi manfaat dan efek samping konsumsi buah duku. Individu yang mempertimbangkan untuk mengonsumsi buah ini secara teratur, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan saran yang dipersonalisasi.