Intip 7 Manfaat Buah Berenuk, Khasiatnya yang Bikin Kamu Penasaran
Senin, 28 Juli 2025 oleh journal
Kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif dalam buah berenuk memberikan sejumlah efek positif bagi kesehatan. Konsumsi buah ini dapat mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu pencernaan, serta berpotensi memberikan perlindungan terhadap radikal bebas. Nilai gizi yang terkandung di dalamnya berkontribusi terhadap pemeliharaan kesehatan secara menyeluruh.
"Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, kandungan senyawa dalam buah berenuk menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk mendukung kesehatan. Konsumsi dalam jumlah yang wajar, sebagai bagian dari pola makan seimbang, dapat memberikan dampak positif," ujar Dr. Amelia Sari, seorang ahli gizi klinis.
- Dr. Amelia Sari, Ahli Gizi Klinis
Buah tropis ini menarik perhatian karena profil nutrisinya yang unik. Beberapa penelitian awal menyoroti potensi manfaat kesehatannya, yang didukung oleh kandungan senyawa aktifnya.
Senyawa seperti flavonoid dan alkaloid yang ditemukan dalam buah ini diketahui memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang terkait dengan berbagai penyakit kronis. Selain itu, kandungan seratnya dapat mendukung kesehatan pencernaan. Untuk mendapatkan potensi manfaatnya, disarankan untuk mengonsumsi buah ini dalam jumlah sedang, sebagai bagian dari diet yang bervariasi dan seimbang. Penting untuk diingat bahwa buah ini bukanlah pengganti pengobatan medis dan konsultasi dengan profesional kesehatan tetap diperlukan untuk mendapatkan saran yang tepat.
Manfaat Buah Berenuk
Buah berenuk, dengan kandungan nutrisinya, menawarkan beragam potensi positif bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang perlu diperhatikan:
- Meningkatkan kekebalan tubuh
- Melancarkan pencernaan
- Sumber antioksidan
- Menjaga kesehatan jantung
- Menstabilkan gula darah
- Mencegah inflamasi
- Mendukung kesehatan kulit
Manfaat-manfaat tersebut berasal dari senyawa bioaktif yang terkandung dalam buah berenuk. Sebagai contoh, kandungan antioksidan membantu menetralkan radikal bebas, yang dapat mengurangi risiko penyakit kronis. Serat yang ada di dalamnya memfasilitasi pergerakan usus yang sehat, mencegah sembelit dan mendukung kesehatan mikrobioma usus. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa efek buah berenuk dapat bervariasi pada setiap individu, dan konsultasi dengan ahli kesehatan tetap disarankan.
Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Kekebalan tubuh merupakan sistem kompleks yang melindungi organisme dari serangan patogen seperti bakteri, virus, dan jamur. Buah berenuk, dengan kandungan vitamin dan mineral esensial, berperan dalam mendukung fungsi optimal sistem imun. Vitamin C, yang sering ditemukan dalam buah-buahan, dikenal sebagai antioksidan kuat yang membantu melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, mineral seperti seng (zinc) berkontribusi pada produksi dan aktivasi sel-sel kekebalan, termasuk sel T dan sel B yang krusial dalam respons imun adaptif. Konsumsi buah ini, sebagai bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang, dapat membantu memperkuat pertahanan alami tubuh terhadap infeksi dan penyakit.
Melancarkan Pencernaan
Kesehatan sistem pencernaan memegang peranan penting dalam penyerapan nutrisi dan pembuangan zat sisa dari tubuh. Buah berenuk, dengan kandungan serat dan senyawa aktifnya, dapat berkontribusi pada fungsi pencernaan yang optimal, meminimalkan risiko gangguan pencernaan dan meningkatkan kualitas hidup.
- Kandungan Serat Tinggi
Serat merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Serat dalam buah berenuk meningkatkan volume feses, mempermudah pergerakannya melalui usus, dan mencegah konstipasi. Konsumsi serat yang cukup juga dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan menurunkan kadar kolesterol.
- Efek Prebiotik
Beberapa jenis serat berperan sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik di usus (mikrobiota usus). Dengan mendukung pertumbuhan bakteri baik, buah berenuk dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang penting untuk kesehatan pencernaan secara keseluruhan dan sistem kekebalan tubuh.
- Mengurangi Risiko Divertikulitis
Divertikulitis adalah peradangan pada kantung-kantung kecil (divertikula) yang dapat terbentuk di dinding usus besar. Konsumsi serat yang cukup, seperti yang ditemukan dalam buah berenuk, dapat membantu mencegah pembentukan divertikula dan mengurangi risiko terjadinya divertikulitis.
- Membantu Mengontrol Berat Badan
Serat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi asupan kalori. Hal ini dapat berkontribusi pada pengelolaan berat badan yang sehat, yang juga berdampak positif pada kesehatan pencernaan.
- Mempercepat Proses Detoksifikasi
Dengan melancarkan buang air besar, buah berenuk membantu tubuh membuang racun dan zat sisa secara efisien. Proses detoksifikasi yang optimal penting untuk menjaga kesehatan organ pencernaan dan fungsi tubuh secara keseluruhan.
- Potensi Mengurangi Risiko Kanker Usus Besar
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat yang tinggi dapat mengurangi risiko kanker usus besar. Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, kandungan serat dalam buah berenuk berpotensi memberikan efek protektif terhadap perkembangan kanker usus besar.
Dengan demikian, kandungan serat dan senyawa aktif dalam buah berenuk menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan sistem pencernaan. Memasukkan buah ini ke dalam pola makan seimbang dapat berkontribusi pada fungsi pencernaan yang optimal, mencegah berbagai gangguan pencernaan, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Penting untuk mengonsumsi buah berenuk dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari diet yang bervariasi dan seimbang, serta berkonsultasi dengan ahli gizi atau profesional kesehatan untuk mendapatkan saran yang tepat.
Sumber antioksidan
Keberadaan antioksidan dalam buah tropis ini menjadi salah satu faktor krusial yang mendasari berbagai potensi positifnya bagi kesehatan. Antioksidan berperan penting dalam menetralisir radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai penyakit kronis. Profil antioksidan yang terkandung di dalamnya berkontribusi signifikan terhadap nilai kesehatan yang ditawarkan.
- Perlindungan Seluler
Antioksidan bekerja dengan menyumbangkan elektron ke radikal bebas, sehingga menstabilkannya dan mencegahnya dari merusak molekul penting seperti DNA, protein, dan lipid. Proses ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif, yang terkait dengan penuaan dini, penyakit jantung, kanker, dan penyakit neurodegeneratif.
- Senyawa Fenolik
Buah ini seringkali mengandung senyawa fenolik seperti flavonoid dan asam fenolik, yang dikenal karena aktivitas antioksidannya yang kuat. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan berbagai mekanisme, termasuk menangkap radikal bebas, menghambat enzim yang menghasilkan radikal bebas, dan meningkatkan sistem pertahanan antioksidan alami tubuh.
- Vitamin dan Mineral
Selain senyawa fenolik, buah ini juga dapat mengandung vitamin dan mineral yang memiliki sifat antioksidan, seperti vitamin C, vitamin E, dan selenium. Vitamin C berperan sebagai antioksidan larut air, melindungi cairan tubuh dari kerusakan oksidatif. Vitamin E merupakan antioksidan larut lemak, melindungi membran sel dari kerusakan. Selenium adalah mineral yang berperan dalam pembentukan enzim antioksidan penting, seperti glutation peroksidase.
- Pengurangan Risiko Penyakit Kronis
Dengan kemampuannya menetralisir radikal bebas dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan, konsumsi buah yang kaya antioksidan dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit kronis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan antioksidan yang cukup dapat menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes tipe 2, dan penyakit Alzheimer.
Dengan demikian, peran antioksidan yang terkandung dalam buah ini sangat signifikan dalam memberikan manfaat kesehatan yang potensial. Keberadaan senyawa-senyawa antioksidan ini mendukung perlindungan seluler, melawan stres oksidatif, dan berkontribusi pada penurunan risiko berbagai penyakit kronis. Asupan buah ini, sebagai bagian dari diet seimbang, dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Menjaga kesehatan jantung
Kesehatan jantung merupakan aspek vital dalam menjaga kualitas hidup secara keseluruhan. Konsumsi buah-buahan tertentu, termasuk yang berasal dari spesies Crescentia cujete, berpotensi memberikan kontribusi positif dalam memelihara fungsi kardiovaskular. Beberapa mekanisme yang mendasari efek ini melibatkan kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang terdapat dalam buah tersebut.
Kandungan serat, terutama serat larut, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Kolesterol LDL yang tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Serat larut bekerja dengan mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah. Selain itu, serat juga berkontribusi dalam mengendalikan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko lain untuk penyakit jantung.
Kehadiran antioksidan, seperti flavonoid dan polifenol, berperan dalam melindungi jantung dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada pembuluh darah, yang dapat memicu aterosklerosis (pengerasan arteri). Antioksidan menetralkan radikal bebas dan mengurangi risiko kerusakan oksidatif pada jantung dan pembuluh darah.
Kalium, mineral penting yang sering ditemukan dalam buah-buahan, membantu mengatur tekanan darah dengan menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh. Konsumsi kalium yang cukup dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.
Meskipun demikian, perlu ditekankan bahwa konsumsi buah ini hanyalah salah satu aspek dari gaya hidup sehat yang mendukung kesehatan jantung. Pola makan seimbang, olahraga teratur, tidak merokok, dan pengelolaan stres yang efektif juga merupakan faktor penting dalam menjaga fungsi kardiovaskular yang optimal. Konsultasi dengan profesional kesehatan tetap disarankan untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan individu.
Menstabilkan Gula Darah
Pengelolaan kadar gula darah yang stabil merupakan aspek krusial dalam pencegahan dan pengendalian diabetes serta komplikasinya. Beberapa komponen dalam buah ini berpotensi mendukung regulasi glukosa dalam darah, menjadikannya relevan dalam konteks diet yang menunjang kesehatan metabolik.
- Kandungan Serat Larut Air
Serat larut air memperlambat penyerapan glukosa dari makanan di usus halus. Proses ini membantu mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan, yang penting bagi individu dengan resistensi insulin atau diabetes. Contohnya, pektin, sejenis serat larut air, membentuk gel di saluran pencernaan, sehingga memperlambat laju pencernaan karbohidrat.
- Indeks Glikemik Rendah (Potensial)
Meskipun data spesifik mengenai indeks glikemik buah ini mungkin terbatas, buah-buahan dengan kandungan serat tinggi cenderung memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Indeks glikemik mengukur seberapa cepat suatu makanan meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik rendah menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih bertahap dan terkontrol.
- Senyawa Bioaktif dengan Efek Insulin-Sensitizing
Beberapa senyawa bioaktif, seperti polifenol, berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin adalah hormon yang membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Meningkatkan sensitivitas insulin berarti tubuh membutuhkan lebih sedikit insulin untuk mengendalikan kadar gula darah.
- Kontribusi pada Rasa Kenyang
Kandungan serat dalam buah ini dapat memberikan rasa kenyang lebih lama setelah makan. Hal ini dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan mencegah makan berlebihan, yang dapat berkontribusi pada pengendalian berat badan dan pengelolaan gula darah yang lebih baik.
- Dukungan terhadap Mikrobiota Usus yang Sehat
Serat dalam buah ini dapat berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik di usus. Mikrobiota usus yang sehat berperan dalam berbagai aspek kesehatan metabolik, termasuk regulasi gula darah dan sensitivitas insulin. Ketidakseimbangan mikrobiota usus (disbiosis) telah dikaitkan dengan resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
- Pengganti Camilan Tidak Sehat
Mengonsumsi buah ini sebagai camilan sehat dapat membantu menggantikan makanan olahan dan minuman manis yang tinggi gula dan rendah nutrisi. Pilihan camilan yang lebih sehat berkontribusi pada pengendalian kadar gula darah jangka panjang dan mengurangi risiko lonjakan gula darah yang berbahaya.
Dengan demikian, potensi efek stabilisasi gula darah yang terkait dengan konsumsi buah ini berasal dari kombinasi kandungan serat, potensi indeks glikemik yang rendah, keberadaan senyawa bioaktif, dan kontribusinya terhadap rasa kenyang. Memasukkan buah ini ke dalam diet yang seimbang dan bervariasi dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan gula darah yang komprehensif. Penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan saran yang disesuaikan dengan kondisi individu.
Mencegah inflamasi
Inflamasi, atau peradangan, merupakan respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi. Namun, inflamasi kronis dapat berkontribusi terhadap perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Kemampuan buah ini dalam meredakan peradangan menjadi aspek penting dari potensi manfaat kesehatannya.
- Senyawa Anti-Inflamasi Alami
Buah ini mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang memiliki sifat anti-inflamasi. Senyawa seperti flavonoid dan polifenol dapat menghambat produksi molekul-molekul pro-inflamasi, seperti sitokin dan prostaglandin. Dengan menekan produksi molekul-molekul ini, buah ini dapat membantu mengurangi peradangan di seluruh tubuh.
- Perlindungan terhadap Kerusakan Sel
Inflamasi kronis dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan. Antioksidan yang terkandung dalam buah ini membantu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas, yang merupakan pemicu utama peradangan. Dengan melindungi sel-sel dari kerusakan, buah ini dapat membantu mencegah peradangan kronis.
- Modulasi Sistem Kekebalan Tubuh
Buah ini dapat membantu memodulasi sistem kekebalan tubuh, mencegah respons inflamasi yang berlebihan. Sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif dapat menyebabkan peradangan kronis. Senyawa dalam buah ini dapat membantu menyeimbangkan respons kekebalan tubuh, mengurangi risiko peradangan yang tidak terkontrol.
- Pengurangan Risiko Penyakit Kronis
Dengan kemampuannya mencegah peradangan, konsumsi buah ini berpotensi mengurangi risiko berbagai penyakit kronis yang terkait dengan inflamasi, seperti penyakit jantung, arthritis, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Pengurangan inflamasi kronis dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit-penyakit ini dan meningkatkan kualitas hidup.
- Dukungan terhadap Kesehatan Usus
Kesehatan usus yang baik penting untuk mengendalikan peradangan di seluruh tubuh. Buah ini dapat membantu mendukung kesehatan usus dengan menyediakan serat makanan yang mempromosikan pertumbuhan bakteri baik. Mikrobiota usus yang sehat membantu mengurangi peradangan di usus dan mencegah zat-zat inflamasi masuk ke aliran darah.
- Efek Sinergis dengan Nutrisi Lain
Efek anti-inflamasi buah ini dapat ditingkatkan dengan kombinasi dengan nutrisi anti-inflamasi lainnya, seperti asam lemak omega-3, vitamin D, dan kurkumin. Mengonsumsi buah ini sebagai bagian dari diet yang kaya nutrisi anti-inflamasi dapat memberikan manfaat yang lebih besar dalam mencegah peradangan kronis.
Dengan demikian, kemampuan buah ini dalam mencegah inflamasi merupakan aspek penting dari potensi manfaat kesehatannya. Melalui berbagai mekanisme, termasuk kandungan senyawa anti-inflamasi, perlindungan terhadap kerusakan sel, dan modulasi sistem kekebalan tubuh, buah ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis yang terkait dengan inflamasi. Konsumsi buah ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat dapat berkontribusi pada kesehatan jangka panjang.
Mendukung kesehatan kulit
Kesehatan kulit, sebagai lapisan terluar tubuh, mencerminkan kondisi internal dan membutuhkan nutrisi yang tepat untuk menjaga fungsi optimalnya. Kandungan dalam buah ini berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan dan penampilan kulit.
- Antioksidan dan Perlindungan dari Radikal Bebas
Radikal bebas, yang berasal dari paparan sinar matahari, polusi, dan faktor lingkungan lainnya, dapat merusak sel-sel kulit dan menyebabkan penuaan dini, kerutan, dan masalah kulit lainnya. Antioksidan, seperti vitamin C dan senyawa fenolik, yang terkandung dalam buah ini, membantu menetralkan radikal bebas dan melindungi kulit dari kerusakan oksidatif.
- Vitamin dan Mineral untuk Regenerasi Sel
Vitamin dan mineral esensial, seperti vitamin A, vitamin E, dan seng, memainkan peran penting dalam regenerasi sel kulit dan perbaikan jaringan. Vitamin A membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah kekeringan. Vitamin E melindungi membran sel dari kerusakan. Seng berperan dalam produksi kolagen, protein yang memberikan struktur dan elastisitas pada kulit.
- Hidrasi dan Kelembapan Alami
Kandungan air yang tinggi dalam buah ini membantu menjaga hidrasi kulit dari dalam. Kulit yang terhidrasi dengan baik tampak lebih segar, kenyal, dan bercahaya. Selain itu, beberapa senyawa dalam buah ini dapat membantu meningkatkan kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan alami.
- Efek Anti-Inflamasi untuk Meredakan Iritasi
Senyawa anti-inflamasi dalam buah ini dapat membantu meredakan iritasi kulit, kemerahan, dan peradangan. Hal ini dapat bermanfaat bagi individu dengan kondisi kulit sensitif atau masalah kulit seperti eksim dan psoriasis.
- Potensi Mencerahkan Kulit
Beberapa senyawa dalam buah ini memiliki potensi untuk mencerahkan kulit dan mengurangi hiperpigmentasi (bintik-bintik gelap). Senyawa-senyawa ini bekerja dengan menghambat produksi melanin, pigmen yang memberikan warna pada kulit. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efek pencerah kulit dari buah ini.
- Dukungan untuk Produksi Kolagen
Kolagen adalah protein penting yang memberikan struktur dan elastisitas pada kulit. Vitamin C, yang terkandung dalam buah ini, berperan penting dalam produksi kolagen. Dengan mendukung produksi kolagen, buah ini dapat membantu menjaga kekencangan dan elastisitas kulit.
Dengan demikian, konsumsi buah ini berpotensi memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan kulit, mulai dari perlindungan terhadap kerusakan oksidatif hingga dukungan untuk regenerasi sel dan produksi kolagen. Memasukkan buah ini ke dalam pola makan seimbang dapat menjadi bagian dari strategi perawatan kulit yang komprehensif. Namun, penting untuk diingat bahwa hasil dapat bervariasi pada setiap individu, dan konsultasi dengan dokter kulit atau profesional kesehatan tetap disarankan untuk mendapatkan saran yang sesuai.
Tips Pemanfaatan Optimal
Untuk memaksimalkan potensi positif yang ditawarkan, terdapat beberapa panduan yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi dan mengolahnya. Penerapan langkah-langkah berikut dapat membantu mengoptimalkan asupan nutrisi dan meminimalisir risiko efek samping yang mungkin timbul.
Tip 1: Konsumsi dalam Jumlah Moderat
Asupan berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan atau efek samping lainnya. Dianjurkan untuk mengonsumsi dalam porsi yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang. Perhatikan respons tubuh dan sesuaikan jumlah konsumsi jika diperlukan.
Tip 2: Perhatikan Kondisi Kesehatan Individu
Individu dengan kondisi medis tertentu, seperti alergi atau gangguan pencernaan, perlu berhati-hati. Konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi secara rutin untuk memastikan keamanannya.
Tip 3: Variasikan Cara Pengolahan
Buah ini dapat dikonsumsi secara langsung, diolah menjadi jus, atau ditambahkan ke dalam hidangan lain. Variasi cara pengolahan dapat meningkatkan daya tarik dan mempertahankan kandungan nutrisi yang optimal.
Tip 4: Pilih Buah yang Matang Sempurna
Buah yang matang sempurna memiliki rasa yang lebih optimal dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Hindari mengonsumsi buah yang masih mentah atau terlalu matang untuk menghindari rasa yang kurang enak atau potensi efek samping.
Tip 5: Padukan dengan Sumber Nutrisi Lain
Kombinasikan dengan sumber nutrisi lain, seperti sayuran, buah-buahan lain, dan protein tanpa lemak, untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih komprehensif. Pola makan yang bervariasi memastikan asupan nutrisi yang seimbang.
Tip 6: Simpan dengan Benar
Penyimpanan yang tepat dapat mempertahankan kesegaran dan kualitas. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, atau di dalam lemari es jika diperlukan. Hindari menyimpan terlalu lama untuk mencegah kerusakan dan penurunan kualitas nutrisi.
Penerapan tips di atas dapat membantu individu memaksimalkan potensi positif yang ditawarkan dan meminimalisir risiko efek samping yang mungkin timbul. Konsumsi yang bijak dan terinformasi merupakan kunci untuk mendapatkan manfaat optimal.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus
Evaluasi mendalam terhadap efek biologis dari Crescentia cujete telah dilakukan melalui serangkaian penelitian in vitro dan in vivo. Studi-studi ini menyoroti potensi aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba dari ekstrak buah tersebut. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar penelitian masih berada pada tahap awal dan membutuhkan validasi lebih lanjut melalui uji klinis terkontrol pada populasi manusia.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology meneliti efek ekstrak buah pada model tikus dengan inflamasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah secara signifikan mengurangi penanda inflamasi dan kerusakan jaringan. Sementara studi ini memberikan indikasi yang menjanjikan, penerapan langsung hasil ini pada manusia memerlukan kehati-hatian mengingat perbedaan fisiologis antara tikus dan manusia.
Terdapat pula laporan anekdotal mengenai penggunaan tradisional buah ini dalam pengobatan diabetes dan hipertensi. Namun, bukti-bukti ini bersifat kualitatif dan rentan terhadap bias. Diperlukan penelitian yang dirancang dengan cermat dan melibatkan kelompok kontrol yang sesuai untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan tradisional tersebut.
Evaluasi kritis terhadap bukti yang ada menunjukkan bahwa potensi manfaat kesehatan buah ini memerlukan validasi lebih lanjut melalui penelitian ilmiah yang ketat. Pembaca didorong untuk menafsirkan hasil penelitian dengan hati-hati dan mempertimbangkan keterbatasan metodologis yang mungkin ada. Studi klinis yang dirancang dengan baik sangat penting untuk menentukan efikasi dan keamanan konsumsi buah ini pada manusia.