Intip 7 Manfaat Daun Klorofil, yang Jarang Diketahui
Sabtu, 9 Agustus 2025 oleh journal
Bagian tumbuhan yang berwarna hijau ini mengandung pigmen penting yang berperan dalam proses fotosintesis. Pigmen tersebut memungkinkan tumbuhan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia, yang kemudian digunakan untuk menghasilkan makanan. Proses ini tidak hanya esensial bagi kelangsungan hidup tumbuhan, tetapi juga menghasilkan oksigen yang vital bagi kehidupan di Bumi. Lebih lanjut, senyawa yang terkandung di dalamnya memiliki potensi sebagai antioksidan dan detoksifikasi bagi tubuh manusia.
Klorofil, pigmen hijau yang ditemukan pada tumbuhan, semakin populer sebagai suplemen kesehatan. Namun, seberapa besar manfaatnya bagi tubuh manusia?
Menurut Dr. Amelia Wijaya, seorang ahli gizi klinis dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, "Klorofil memiliki potensi sebagai antioksidan dan sumber magnesium yang baik. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya efektivitas dan keamanannya dalam jangka panjang."
Senyawa aktif dalam pigmen hijau ini, seperti klorofilin, telah diteliti karena kemampuannya mengikat zat-zat berbahaya dalam tubuh dan membantu proses detoksifikasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, serta berpotensi mendukung kesehatan hati dan sistem pencernaan. Magnesium, mineral penting yang juga terkandung didalamnya, berperan penting dalam fungsi otot, saraf, dan produksi energi. Konsumsi harian yang disarankan biasanya berkisar antara 100-300 mg klorofilin, namun konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap dianjurkan untuk menentukan dosis yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Perlu diingat bahwa suplemen ini bukanlah pengganti pola makan sehat dan gaya hidup aktif.
Daun Klorofil dan Manfaatnya
Klorofil, pigmen hijau pada tumbuhan, menawarkan beragam manfaat kesehatan yang esensial. Manfaat-manfaat ini berasal dari kemampuan klorofil sebagai antioksidan dan sumber nutrisi penting.
- Detoksifikasi
- Antioksidan
- Meningkatkan energi
- Mendukung pencernaan
- Mempercepat penyembuhan luka
- Meningkatkan imunitas
- Menyehatkan kulit
Manfaat detoksifikasi klorofil berasal dari kemampuannya mengikat dan mengeluarkan racun dari tubuh. Sifat antioksidannya melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, sementara kemampuannya meningkatkan produksi sel darah merah dapat meningkatkan energi. Klorofil juga mendukung kesehatan pencernaan dengan menyeimbangkan bakteri usus. Sifat anti-inflamasinya berperan dalam mempercepat penyembuhan luka, dan kandungannya yang kaya nutrisi dapat meningkatkan imunitas serta menyehatkan kulit dari dalam.
Detoksifikasi
Proses detoksifikasi menjadi perhatian utama dalam menjaga kesehatan tubuh, dan pigmen hijau yang ditemukan pada tumbuhan memiliki peran signifikan dalam mendukung mekanisme alami ini. Kemampuannya untuk mengikat dan menghilangkan zat-zat berbahaya menjadikan senyawa ini sebagai agen detoksifikasi yang potensial.
- Pengikatan Zat Berbahaya
Klorofilin, turunan klorofil yang larut dalam air, memiliki kemampuan untuk mengikat zat-zat karsinogenik seperti aflatoksin dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang terkontaminasi. Pengikatan ini mencegah zat-zat tersebut diserap oleh tubuh dan memfasilitasi ekskresinya.
- Dukungan Fungsi Hati
Hati merupakan organ detoksifikasi utama dalam tubuh. Senyawa yang terkandung di dalamnya dapat membantu meningkatkan fungsi hati dalam memproses dan menghilangkan racun dari aliran darah. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan produksi enzim detoksifikasi di hati.
- Pembersihan Darah
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pigmen ini dapat membantu membersihkan darah dengan meningkatkan produksi sel darah merah dan meningkatkan kemampuan darah untuk mengangkut oksigen. Oksigen yang cukup sangat penting untuk fungsi seluler dan detoksifikasi.
- Efek Anti-inflamasi
Peradangan kronis dapat menghambat proses detoksifikasi. Sifat anti-inflamasi dari senyawa ini dapat membantu mengurangi peradangan dan memungkinkan tubuh untuk fokus pada eliminasi racun.
- Regulasi Keseimbangan Asam-Basa
Diet modern seringkali tinggi akan makanan yang menghasilkan asam, yang dapat membebani sistem detoksifikasi tubuh. Pigmen tersebut memiliki sifat basa yang dapat membantu menetralkan kelebihan asam dan menjaga keseimbangan pH yang optimal.
Melalui berbagai mekanisme ini, pigmen hijau tumbuhan berkontribusi pada proses detoksifikasi tubuh, membantu menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa konsumsi suplemen atau makanan yang kaya akan pigmen ini harus diimbangi dengan gaya hidup sehat dan pola makan seimbang untuk mendapatkan manfaat yang optimal.
Antioksidan
Klorofil, pigmen hijau yang esensial bagi fotosintesis, memiliki peran yang signifikan sebagai sumber antioksidan alami. Keberadaan antioksidan dalam tumbuhan hijau berkontribusi pada perlindungan sel dari kerusakan akibat radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat memicu berbagai penyakit kronis.
- Perlindungan Terhadap Radikal Bebas
Senyawa yang terkandung di dalamnya, terutama klorofilin, bertindak sebagai penangkal radikal bebas. Klorofilin menetralkan radikal bebas dengan menyumbangkan elektron, sehingga mencegah kerusakan oksidatif pada sel-sel tubuh. Proses ini membantu mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini.
- Meningkatkan Kapasitas Antioksidan Tubuh
Konsumsi sumber klorofil dapat meningkatkan kadar enzim antioksidan endogen dalam tubuh, seperti superoksida dismutase (SOD) dan glutation peroksidase (GPx). Enzim-enzim ini bekerja sebagai lini pertahanan tambahan melawan stres oksidatif, memperkuat sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.
- Efek Anti-inflamasi
Stres oksidatif seringkali terkait dengan peradangan kronis. Sifat antioksidan yang dimiliki oleh pigmen hijau ini membantu meredakan peradangan dengan menekan produksi sitokin pro-inflamasi. Pengurangan peradangan berkontribusi pada pencegahan penyakit degeneratif seperti arthritis dan penyakit Alzheimer.
- Detoksifikasi Senyawa Berbahaya
Selain menetralkan radikal bebas, pigmen ini juga membantu dalam proses detoksifikasi. Ia mengikat senyawa karsinogenik dan logam berat dalam tubuh, memfasilitasi eliminasinya melalui sistem pencernaan. Proses ini mengurangi beban toksin pada organ-organ vital seperti hati dan ginjal.
Dengan demikian, keberadaan antioksidan dalam pigmen hijau ini tidak hanya esensial bagi kesehatan tumbuhan, tetapi juga memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan manusia. Konsumsi sayuran hijau dan suplemen yang mengandung klorofil dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan asupan antioksidan dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit terkait stres oksidatif.
Meningkatkan Energi
Klorofil, pigmen hijau yang terdapat pada tumbuhan, memiliki potensi untuk meningkatkan tingkat energi individu melalui beberapa mekanisme biologis. Peningkatan energi ini tidak hanya berasal dari efek langsung pigmen tersebut, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kesehatan secara keseluruhan.
Salah satu cara utama klorofil berkontribusi pada peningkatan energi adalah melalui perannya dalam produksi sel darah merah. Struktur molekul klorofil mirip dengan hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Konsumsi klorofil dapat mendukung produksi sel darah merah yang sehat, yang pada gilirannya meningkatkan kapasitas darah untuk membawa oksigen. Peningkatan pasokan oksigen ke sel-sel tubuh, termasuk sel-sel otot dan otak, dapat meningkatkan kinerja fisik dan mental, mengurangi kelelahan, dan meningkatkan tingkat energi secara keseluruhan.
Selain itu, klorofil memiliki sifat detoksifikasi yang membantu menghilangkan racun dan limbah dari tubuh. Penumpukan racun dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan energi. Dengan membantu membersihkan tubuh dari zat-zat berbahaya, pigmen ini dapat meningkatkan fungsi organ dan sistem tubuh, termasuk sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh, yang berkontribusi pada peningkatan energi.
Selanjutnya, klorofil merupakan sumber nutrisi penting, termasuk vitamin dan mineral, yang penting untuk produksi energi. Magnesium, misalnya, adalah mineral yang terlibat dalam ratusan reaksi enzim dalam tubuh, termasuk yang terkait dengan produksi energi. Klorofil juga mengandung vitamin seperti vitamin K dan vitamin C, yang juga berperan penting dalam metabolisme energi dan fungsi seluler. Dengan menyediakan nutrisi penting ini, pigmen hijau ini mendukung proses metabolisme yang efisien dan membantu menjaga tingkat energi yang optimal.
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa peningkatan energi yang terkait dengan konsumsi pigmen ini mungkin bervariasi tergantung pada faktor-faktor individu seperti kondisi kesehatan, pola makan, dan tingkat aktivitas. Untuk hasil yang optimal, disarankan untuk mengintegrasikan sumber pigmen hijau ini ke dalam pola makan sehat dan gaya hidup aktif.
Mendukung Pencernaan
Kesehatan sistem pencernaan memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Senyawa yang terkandung dalam tumbuhan hijau memiliki potensi untuk mendukung berbagai aspek kesehatan pencernaan, mulai dari menyeimbangkan mikroflora usus hingga meredakan peradangan.
- Keseimbangan Mikroflora Usus
Pigmen tersebut dapat berperan sebagai prebiotik, yaitu senyawa yang menstimulasi pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Keseimbangan mikroflora usus yang sehat penting untuk pencernaan yang optimal, penyerapan nutrisi, dan fungsi kekebalan tubuh. Kondisi ini dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri patogen dan meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek (SCFA) yang bermanfaat bagi kesehatan usus.
- Perlindungan Terhadap Peradangan
Sifat anti-inflamasi yang dimiliki pigmen ini dapat membantu meredakan peradangan pada saluran pencernaan. Peradangan kronis dalam usus dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit radang usus (IBD). Dengan mengurangi peradangan, pigmen tersebut dapat membantu memperbaiki fungsi usus dan mengurangi gejala yang tidak nyaman.
- Peningkatan Produksi Enzim Pencernaan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut dapat merangsang produksi enzim pencernaan. Enzim pencernaan penting untuk memecah makanan menjadi molekul yang lebih kecil agar dapat diserap oleh tubuh. Peningkatan produksi enzim pencernaan dapat membantu memperbaiki pencernaan dan penyerapan nutrisi, terutama pada individu dengan kekurangan enzim atau masalah pencernaan lainnya.
- Detoksifikasi Saluran Pencernaan
Kemampuan pigmen ini untuk mengikat dan menghilangkan racun dari tubuh juga bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Racun dan limbah yang menumpuk dalam saluran pencernaan dapat mengganggu fungsi normal usus dan menyebabkan masalah pencernaan. Dengan membantu membersihkan saluran pencernaan, pigmen ini dapat meningkatkan kesehatan dan fungsi usus secara keseluruhan.
- Mengurangi Gejala Sembelit
Kandungan serat yang terdapat dalam sayuran hijau, sumber utama klorofil, membantu melancarkan pergerakan usus dan mencegah sembelit. Serat menyerap air, sehingga tinja menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Konsumsi teratur sayuran hijau dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar dan mencegah masalah pencernaan terkait sembelit.
- Membantu Penyembuhan Luka pada Saluran Pencernaan
Sifat antioksidan dan anti-inflamasi pigmen ini dapat membantu mempercepat penyembuhan luka pada saluran pencernaan. Luka pada saluran pencernaan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, peradangan, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Dengan membantu mengurangi peradangan dan melindungi sel dari kerusakan, pigmen ini dapat mendukung proses penyembuhan alami tubuh.
Secara keseluruhan, dukungan pigmen hijau terhadap kesehatan pencernaan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari keseimbangan mikroflora usus hingga perlindungan terhadap peradangan. Konsumsi makanan yang kaya akan pigmen ini dapat menjadi bagian dari strategi komprehensif untuk menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Integrasi ini dapat dioptimalkan dengan mempertimbangkan faktor individu dan konsultasi dengan ahli gizi atau profesional kesehatan.
Mempercepat Penyembuhan Luka
Kemampuan mempercepat penyembuhan luka merupakan salah satu aspek penting dari potensi terapeutik pigmen hijau tumbuhan. Efek ini didukung oleh berbagai mekanisme biologis yang berkontribusi pada perbaikan jaringan dan pemulihan kondisi kulit.
- Stimulasi Pertumbuhan Jaringan
Klorofilin, turunan klorofil yang larut dalam air, telah terbukti merangsang pertumbuhan jaringan baru pada luka. Proses ini melibatkan peningkatan produksi kolagen, protein struktural utama yang memberikan kekuatan dan elastisitas pada kulit. Peningkatan kolagen membantu mengisi area luka dan mempercepat pembentukan jaringan parut yang sehat.
- Efek Anti-inflamasi pada Luka
Peradangan merupakan bagian integral dari proses penyembuhan luka, namun peradangan yang berlebihan dapat menghambat pemulihan. Sifat anti-inflamasi dari pigmen hijau ini membantu mengurangi peradangan di sekitar luka, menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk penyembuhan. Pengurangan peradangan juga dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
- Aktivitas Antibakteri
Luka rentan terhadap infeksi bakteri, yang dapat menunda penyembuhan dan menyebabkan komplikasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa klorofil memiliki aktivitas antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri, termasuk bakteri yang umum ditemukan pada luka. Aktivitas antibakteri ini membantu mencegah infeksi dan mendukung penyembuhan luka yang lebih cepat.
- Peningkatan Vaskularisasi
Vaskularisasi, atau pembentukan pembuluh darah baru, penting untuk menyediakan nutrisi dan oksigen ke area luka. Pigmen hijau ini dapat merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru di sekitar luka, meningkatkan aliran darah dan mempercepat penyembuhan. Peningkatan aliran darah juga membantu menghilangkan limbah dan racun dari area luka.
Dengan demikian, kemampuan mempercepat penyembuhan luka dari pigmen hijau ini didasarkan pada kombinasi efek yang saling melengkapi, termasuk stimulasi pertumbuhan jaringan, pengurangan peradangan, aktivitas antibakteri, dan peningkatan vaskularisasi. Sifat-sifat ini menjadikan sumber pigmen hijau ini sebagai agen potensial dalam pengobatan luka dan pemulihan kondisi kulit. Pemanfaatan ini dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian dan aplikasi klinis yang terfokus.
Meningkatkan Imunitas
Kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melindungi diri dari serangan patogen merupakan fondasi kesehatan. Senyawa yang terkandung dalam tumbuhan hijau menunjukkan potensi dalam mendukung dan meningkatkan fungsi sistem imun, memberikan perlindungan tambahan terhadap berbagai penyakit.
- Stimulasi Produksi Sel Imun
Senyawa yang terkandung di dalamnya dapat merangsang produksi sel-sel imun, seperti limfosit dan makrofag, yang berperan penting dalam melawan infeksi. Peningkatan jumlah sel imun meningkatkan kemampuan tubuh untuk mendeteksi dan menghancurkan patogen secara efektif.
- Aktivasi Fungsi Sel Imun
Selain meningkatkan jumlah sel imun, senyawa tersebut juga dapat meningkatkan aktivitas sel-sel imun yang sudah ada. Peningkatan aktivitas ini mencakup peningkatan kemampuan sel imun untuk menelan dan menghancurkan patogen (fagositosis), serta peningkatan produksi antibodi yang menargetkan patogen spesifik.
- Efek Anti-inflamasi pada Sistem Imun
Peradangan kronis dapat melemahkan sistem imun. Sifat anti-inflamasi dari pigmen hijau ini membantu mengurangi peradangan kronis, memungkinkan sistem imun berfungsi secara optimal. Pengurangan peradangan juga dapat mengurangi risiko penyakit autoimun.
- Perlindungan Terhadap Kerusakan Oksidatif
Radikal bebas dapat merusak sel-sel imun dan mengganggu fungsinya. Sifat antioksidan dari pigmen hijau ini melindungi sel-sel imun dari kerusakan oksidatif, membantu menjaga integritas dan fungsi sistem imun.
- Dukungan Kesehatan Mikroflora Usus
Sebagian besar sistem imun berada di usus. Pigmen tersebut dapat mendukung kesehatan mikroflora usus dengan menstimulasi pertumbuhan bakteri baik, yang berkontribusi pada peningkatan fungsi imun. Mikroflora usus yang sehat membantu mencegah pertumbuhan bakteri patogen dan meningkatkan produksi senyawa imunomodulator.
Dengan demikian, dukungan pigmen hijau terhadap sistem imun mencakup berbagai aspek penting, mulai dari stimulasi produksi sel imun hingga perlindungan terhadap kerusakan oksidatif. Integrasi sumber pigmen hijau ini ke dalam pola makan dapat menjadi strategi komprehensif untuk meningkatkan imunitas dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit infeksi. Efektivitas strategi ini dapat ditingkatkan dengan mempertimbangkan faktor individu dan konsultasi dengan ahli gizi atau profesional kesehatan.
Menyehatkan Kulit
Senyawa yang terkandung dalam tumbuhan hijau memiliki potensi signifikan dalam mendukung kesehatan kulit melalui berbagai mekanisme biologis. Efek ini tidak hanya terbatas pada perbaikan kondisi permukaan kulit, tetapi juga melibatkan proses internal yang berkontribusi pada kesehatan kulit secara keseluruhan.
Salah satu kontribusi utama adalah sifat antioksidan yang dimilikinya. Paparan radikal bebas dari lingkungan, seperti polusi dan radiasi ultraviolet, dapat menyebabkan kerusakan sel kulit, memicu penuaan dini dan berbagai masalah kulit. Senyawa yang terkandung di dalamnya membantu menetralkan radikal bebas, melindungi sel kulit dari kerusakan oksidatif, dan menjaga elastisitas serta kekenyalan kulit.
Selain itu, sifat anti-inflamasi dari pigmen tersebut dapat membantu meredakan peradangan pada kulit. Peradangan kronis pada kulit dapat menyebabkan kondisi seperti jerawat, eksim, dan psoriasis. Dengan mengurangi peradangan, senyawa ini membantu menenangkan kulit yang teriritasi, mengurangi kemerahan, dan mempercepat proses penyembuhan luka pada kulit.
Pigmen ini juga berperan dalam meningkatkan sirkulasi darah ke kulit. Sirkulasi darah yang baik penting untuk memastikan bahwa sel-sel kulit menerima nutrisi dan oksigen yang cukup, serta untuk menghilangkan limbah dan racun. Peningkatan sirkulasi darah dapat memberikan kulit tampilan yang lebih sehat dan bercahaya.
Lebih lanjut, beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi ultraviolet (UV). Meskipun tidak menggantikan penggunaan tabir surya, pigmen ini dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap efek buruk sinar matahari, seperti sunburn dan penuaan dini.
Dengan demikian, efek positif pigmen hijau terhadap kesehatan kulit mencakup perlindungan terhadap radikal bebas, pengurangan peradangan, peningkatan sirkulasi darah, dan perlindungan terhadap radiasi UV. Konsumsi makanan yang kaya akan pigmen ini, serta penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung senyawa tersebut, dapat menjadi bagian dari strategi komprehensif untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit.
Tips untuk Optimalisasi Konsumsi Sumber Klorofil
Integrasi sumber pigmen hijau ke dalam rutinitas harian memerlukan pendekatan yang cermat untuk memaksimalkan manfaat yang diperoleh. Berikut adalah beberapa panduan untuk mengoptimalkan konsumsi sumber pigmen hijau:
Tip 1: Diversifikasi Sumber Makanan
Fokuskan pada konsumsi berbagai jenis sayuran hijau, seperti bayam, kale, brokoli, dan spirulina. Setiap jenis sayuran menawarkan profil nutrisi yang unik, sehingga diversifikasi memastikan asupan nutrisi yang komprehensif.
Tip 2: Optimalkan Metode Persiapan
Metode persiapan makanan dapat memengaruhi kandungan nutrisi. Hindari memasak sayuran terlalu lama, karena panas berlebih dapat merusak pigmen dan mengurangi kandungan nutrisi. Metode terbaik adalah mengukus, menumis ringan, atau mengonsumsi mentah (jika aman).
Tip 3: Pertimbangkan Suplementasi yang Tepat
Jika asupan sayuran hijau tidak mencukupi, suplemen dapat menjadi pilihan. Pilih suplemen yang terstandarisasi dan berasal dari sumber yang terpercaya. Konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk menentukan dosis yang tepat dan memastikan keamanan.
Tip 4: Perhatikan Interaksi Obat
Individu yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, terutama pengencer darah, harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen atau meningkatkan asupan sayuran hijau secara signifikan. Senyawa yang terkandung di dalamnya dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.
Tip 5: Kombinasikan dengan Gaya Hidup Sehat
Konsumsi sumber pigmen hijau akan memberikan manfaat yang lebih optimal jika diimbangi dengan gaya hidup sehat, termasuk pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres yang efektif.
Dengan mengikuti panduan ini, individu dapat mengoptimalkan manfaat yang diperoleh dari konsumsi sumber pigmen hijau, mendukung kesehatan secara menyeluruh, dan meningkatkan kualitas hidup.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus
Beberapa penelitian ilmiah telah menyoroti potensi manfaat pigmen hijau tumbuhan dalam berbagai aspek kesehatan manusia. Studi in vitro dan in vivo telah dilakukan untuk mengevaluasi efeknya terhadap detoksifikasi, aktivitas antioksidan, penyembuhan luka, dan modulasi sistem imun. Hasil dari studi-studi ini memberikan dasar ilmiah untuk eksplorasi lebih lanjut mengenai aplikasi terapeutik senyawa ini.
Sebagai contoh, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry meneliti kemampuan klorofilin (turunan klorofil) dalam mengikat aflatoksin B1, senyawa karsinogenik yang sering ditemukan dalam makanan yang terkontaminasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klorofilin efektif dalam mengurangi bioavailabilitas aflatoksin B1, yang mengindikasikan potensi protektif terhadap kerusakan hati dan kanker. Studi lain, yang diterbitkan dalam Nutrition and Cancer, mengevaluasi efek klorofilin pada tikus yang terpapar radiasi. Hasilnya menunjukkan bahwa klorofilin dapat mengurangi kerusakan DNA dan meningkatkan kelangsungan hidup tikus.
Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar studi yang ada saat ini masih bersifat preliminary dan memerlukan validasi lebih lanjut melalui uji klinis pada manusia. Beberapa penelitian juga menunjukkan hasil yang bervariasi, tergantung pada dosis, metode administrasi, dan karakteristik individu. Oleh karena itu, interpretasi hasil penelitian harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak boleh dijadikan dasar untuk membuat klaim kesehatan yang tidak berdasar.
Evaluasi kritis terhadap bukti ilmiah yang ada sangat penting untuk memahami potensi manfaat dan keterbatasan pigmen hijau tumbuhan. Penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis yang dirancang dengan baik, diperlukan untuk mengkonfirmasi efeknya pada manusia dan menentukan dosis yang optimal untuk berbagai kondisi kesehatan. Konsultasi dengan profesional kesehatan tetap dianjurkan sebelum mengintegrasikan suplemen atau meningkatkan asupan makanan yang kaya akan pigmen ini ke dalam rutinitas harian.