Intip 7 Manfaat Daun Srigunggu, yang Wajib Kamu Ketahui

Selasa, 5 Agustus 2025 oleh journal

Kegunaan tumbuhan Clerodendrum serratum, khususnya bagian hijaunya, sangat beragam dalam pengobatan tradisional. Kandungan senyawa aktif di dalamnya dipercaya memberikan efek positif terhadap berbagai kondisi kesehatan. Pemanfaatannya meliputi peredaan nyeri, penurun demam, hingga membantu mengatasi masalah pernapasan. Praktik ini telah lama dilakukan secara turun-temurun di berbagai daerah di Indonesia.

"Meskipun penggunaan tanaman Clerodendrum serratum dalam pengobatan tradisional sudah lama dikenal, penting untuk diingat bahwa penelitian ilmiah yang komprehensif masih diperlukan untuk memvalidasi dan memahami sepenuhnya potensi manfaatnya. Pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya sebagai pengobatan alternatif, terutama jika sedang mengonsumsi obat-obatan lain atau memiliki kondisi medis tertentu," ujar Dr. Anya Kartika, seorang ahli herbalogi.

Intip 7 Manfaat Daun Srigunggu, yang Wajib Kamu Ketahui

- Dr. Anya Kartika, Ahli Herbalogi

Penggunaan tanaman ini dalam praktik pengobatan tradisional didasarkan pada kandungan senyawa aktif yang dipercaya memiliki efek terapeutik. Penelitian awal menunjukkan adanya senyawa seperti flavonoid dan alkaloid yang memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan analgesik.

Senyawa-senyawa ini diduga berperan dalam meredakan nyeri, menurunkan demam, dan membantu mengatasi masalah pernapasan. Namun, perlu ditegaskan bahwa efektivitas dan keamanan penggunaan tanaman ini masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut. Dosis dan cara penggunaan yang tepat juga perlu ditentukan untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Sebagai panduan umum, penggunaan rebusan daun dalam jumlah terbatas sebagai minuman atau kompres dapat dilakukan, namun konsultasi dengan ahli herbal atau dokter tetap disarankan sebelum memulai pengobatan sendiri.

Manfaat Daun Srigunggu

Daun srigunggu, atau Clerodendrum serratum, memiliki potensi terapeutik yang signifikan dalam pengobatan tradisional. Eksplorasi manfaat esensialnya memerlukan pemahaman mendalam terhadap kandungan fitokimia dan efek farmakologisnya. Berikut adalah tujuh manfaat utama yang perlu diperhatikan:

  • Pereda Nyeri
  • Penurun Demam
  • Anti-inflamasi
  • Ekspektoran Alami
  • Antioksidan
  • Peningkatan Imunitas
  • Penyembuhan Luka

Manfaat-manfaat tersebut saling berkaitan dalam mendukung kesehatan secara holistik. Sebagai contoh, sifat anti-inflamasi daun srigunggu dapat meredakan nyeri sendi, sementara efek ekspektorannya membantu mengeluarkan dahak saat infeksi saluran pernapasan. Kandungan antioksidannya berperan dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, berkontribusi pada peningkatan imunitas dan mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk validasi ilmiah dan standarisasi penggunaannya.

Pereda Nyeri

Kemampuan meredakan nyeri merupakan salah satu aspek signifikan dari khasiat tumbuhan Clerodendrum serratum. Efek analgesik yang dihasilkan berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup individu yang mengalami berbagai jenis ketidaknyamanan fisik. Potensi ini menjadikannya pilihan pengobatan komplementer yang menjanjikan, terutama bagi mereka yang mencari alternatif alami.

  • Kandungan Senyawa Analgesik Alami

    Daun Clerodendrum serratum mengandung senyawa-senyawa fitokimia, seperti flavonoid dan alkaloid, yang memiliki sifat analgesik. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan menghambat jalur nyeri di sistem saraf pusat, mengurangi persepsi rasa sakit tanpa efek samping yang sering dikaitkan dengan obat pereda nyeri konvensional.

  • Efektivitas pada Nyeri Ringan hingga Sedang

    Ekstrak daun Clerodendrum serratum menunjukkan efektivitas dalam meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, nyeri otot, dan nyeri sendi. Penggunaan secara tradisional melibatkan perebusan daun dan mengonsumsi air rebusannya, atau mengaplikasikan daun yang ditumbuk halus pada area yang terasa sakit.

  • Mekanisme Aksi Anti-Inflamasi

    Selain efek analgesik langsung, daun Clerodendrum serratum juga memiliki sifat anti-inflamasi. Peradangan sering kali menjadi penyebab utama nyeri kronis. Dengan mengurangi peradangan, daun ini membantu mengatasi akar masalah nyeri dan memberikan peredaan jangka panjang.

  • Potensi Penggunaan pada Kondisi Nyeri Spesifik

    Penelitian awal mengindikasikan potensi penggunaan daun Clerodendrum serratum pada kondisi nyeri spesifik, seperti osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Efek anti-inflamasi dan analgesiknya dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan mobilitas pada penderita kondisi tersebut.

  • Keamanan dan Pertimbangan Penggunaan

    Meskipun memiliki potensi manfaat yang signifikan, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan daun Clerodendrum serratum sebagai pereda nyeri. Dosis yang tepat dan interaksi dengan obat lain perlu dipertimbangkan untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan.

Dengan demikian, potensi tumbuhan Clerodendrum serratum sebagai pereda nyeri didukung oleh kombinasi senyawa aktif, mekanisme aksi yang beragam, dan bukti empiris dari penggunaan tradisional. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaannya dan memvalidasi efektivitasnya secara ilmiah.

Penurun Demam

Kemampuan meredakan peningkatan suhu tubuh merupakan salah satu khasiat penting dari tumbuhan Clerodendrum serratum. Sifat antipiretik yang terkandung di dalamnya memberikan alternatif alami dalam mengatasi demam, sebuah respons tubuh terhadap infeksi atau peradangan. Potensi ini menjadikan tumbuhan tersebut relevan dalam pengobatan tradisional di berbagai wilayah.

  • Kandungan Senyawa Antipiretik Alami

    Daun Clerodendrum serratum mengandung senyawa yang bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, zat kimia yang memicu peningkatan suhu tubuh. Mekanisme ini serupa dengan cara kerja obat penurun demam konvensional, namun dengan potensi efek samping yang lebih rendah.

  • Penggunaan Tradisional untuk Mengatasi Demam

    Secara turun-temurun, masyarakat telah memanfaatkan rebusan daun Clerodendrum serratum sebagai minuman penurun demam. Cara ini diyakini efektif dalam meredakan demam ringan hingga sedang, terutama yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

  • Efek Samping yang Minimal

    Dibandingkan dengan obat penurun demam sintetis, penggunaan daun Clerodendrum serratum cenderung memiliki efek samping yang lebih minimal. Namun, tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter sebelum menggunakannya, terutama pada anak-anak dan wanita hamil.

  • Potensi Kombinasi dengan Pengobatan Medis

    Daun Clerodendrum serratum dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk mendukung pengobatan medis dalam mengatasi demam. Namun, penting untuk menginformasikan dokter mengenai penggunaan herbal ini agar dapat dipantau interaksinya dengan obat-obatan lain.

  • Dosis dan Cara Penggunaan yang Tepat

    Dosis dan cara penggunaan daun Clerodendrum serratum sebagai penurun demam perlu diperhatikan dengan seksama. Umumnya, rebusan daun diminum dalam jumlah terbatas beberapa kali sehari. Konsultasi dengan ahli herbal dapat membantu menentukan dosis yang tepat sesuai kondisi individu.

  • Penelitian Ilmiah yang Mendukung

    Beberapa penelitian awal telah menunjukkan potensi daun Clerodendrum serratum sebagai penurun demam. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanannya secara komprehensif.

Secara keseluruhan, potensi tumbuhan Clerodendrum serratum sebagai penurun demam didukung oleh kandungan senyawa aktif, penggunaan tradisional yang telah lama dilakukan, dan bukti ilmiah awal. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa penggunaannya harus dilakukan dengan bijak dan di bawah pengawasan profesional kesehatan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Anti-inflamasi

Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi. Namun, peradangan kronis dapat memicu berbagai penyakit. Kemampuan Clerodendrum serratum dalam meredakan peradangan menjadi salah satu aspek penting dari potensi terapeutiknya.

  • Penghambatan Mediator Inflamasi

    Ekstrak Clerodendrum serratum menunjukkan kemampuan menghambat produksi mediator inflamasi seperti sitokin dan prostaglandin. Penghambatan ini mengurangi respons peradangan di tingkat seluler.

  • Pengurangan Pembengkakan dan Nyeri

    Efek anti-inflamasi Clerodendrum serratum dapat mengurangi pembengkakan dan nyeri yang terkait dengan kondisi peradangan seperti arthritis atau cedera otot. Penggunaan topikal maupun oral dapat memberikan efek yang signifikan.

  • Perlindungan Jaringan dari Kerusakan

    Dengan mengurangi peradangan, Clerodendrum serratum membantu melindungi jaringan tubuh dari kerusakan lebih lanjut. Hal ini sangat penting dalam mencegah perkembangan penyakit kronis yang disebabkan oleh peradangan yang berkelanjutan.

  • Potensi pada Penyakit Autoimun

    Beberapa penelitian awal menunjukkan potensi Clerodendrum serratum dalam mengelola penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat. Efek imunomodulator dan anti-inflamasinya dapat membantu meredakan gejala.

  • Kombinasi dengan Pengobatan Konvensional

    Efek anti-inflamasi Clerodendrum serratum dapat melengkapi pengobatan konvensional untuk kondisi peradangan. Namun, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk memastikan tidak ada interaksi yang merugikan.

  • Peran Antioksidan dalam Mengurangi Peradangan

    Kandungan antioksidan dalam Clerodendrum serratum membantu menetralkan radikal bebas yang memicu peradangan. Dengan mengurangi stres oksidatif, peradangan dapat diredakan dan dicegah.

Dengan demikian, potensi Clerodendrum serratum dalam meredakan peradangan didukung oleh berbagai mekanisme aksi. Efek ini berperan penting dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup individu yang menderita kondisi peradangan.

Ekspektoran Alami

Kemampuan sebagai ekspektoran alami merupakan salah satu aspek penting dari khasiat tanaman Clerodendrum serratum. Efek ini membantu memfasilitasi pengeluaran dahak atau lendir dari saluran pernapasan, sebuah proses yang sangat bermanfaat dalam mengatasi berbagai kondisi pernapasan seperti batuk berdahak, bronkitis, dan infeksi saluran pernapasan lainnya. Keberadaan senyawa tertentu dalam tumbuhan ini diyakini berperan dalam mengencerkan dahak yang kental, sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui mekanisme batuk. Penggunaan tradisional seringkali melibatkan perebusan bagian tumbuhan dan mengonsumsi air rebusannya sebagai upaya untuk meredakan gejala gangguan pernapasan.

Mekanisme kerja sebagai ekspektoran melibatkan stimulasi kelenjar mukosa di saluran pernapasan untuk menghasilkan lebih banyak cairan, yang pada gilirannya membantu melonggarkan dan mengencerkan dahak yang menempel. Selain itu, senyawa aktif tertentu dapat merangsang gerakan silia, rambut-rambut kecil di saluran pernapasan yang berfungsi menyapu lendir ke atas menuju tenggorokan agar dapat dikeluarkan. Efek ekspektoran ini, dikombinasikan dengan potensi anti-inflamasi yang dimiliki, dapat memberikan bantuan signifikan dalam meredakan gejala pernapasan dan mempercepat proses pemulihan.

Meskipun penggunaan tumbuhan Clerodendrum serratum sebagai ekspektoran alami telah lama dipraktikkan, penting untuk dicatat bahwa penelitian ilmiah lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami mekanisme kerja dan efektivitasnya. Konsultasi dengan profesional kesehatan, seperti dokter atau ahli herbal, disarankan sebelum menggunakan tumbuhan ini sebagai pengobatan alternatif, terutama bagi individu dengan kondisi medis yang mendasari atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan lain. Penggunaan yang tepat dan dosis yang sesuai akan memaksimalkan potensi manfaat dan meminimalkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.

Antioksidan

Keberadaan senyawa antioksidan dalam Clerodendrum serratum berkontribusi signifikan terhadap profil terapeutiknya. Antioksidan berperan penting dalam menetralkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu stres oksidatif. Stres oksidatif dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan neurodegeneratif. Dengan menetralkan radikal bebas, senyawa antioksidan membantu melindungi sel-sel dari kerusakan, mengurangi risiko penyakit, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Kontribusi antioksidan terhadap khasiat tumbuhan ini menjadikannya relevan dalam upaya pencegahan penyakit dan promosi kesehatan.

Senyawa fenolik, flavonoid, dan vitamin tertentu yang terdapat dalam Clerodendrum serratum memiliki sifat antioksidan yang kuat. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan menyumbangkan elektron ke radikal bebas, sehingga menstabilkannya dan mencegahnya merusak molekul lain. Aktivitas antioksidan ini dapat diukur melalui berbagai metode pengujian laboratorium, yang menunjukkan kapasitas tumbuhan ini dalam menetralkan berbagai jenis radikal bebas. Efek antioksidan juga dapat berkontribusi pada efek anti-inflamasi tumbuhan ini, karena stres oksidatif seringkali memicu dan memperburuk peradangan.

Meskipun potensi antioksidan Clerodendrum serratum menjanjikan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami jenis antioksidan spesifik yang terkandung, mekanisme kerjanya, dan efektivitasnya dalam melindungi terhadap berbagai penyakit. Studi klinis juga diperlukan untuk menentukan dosis yang optimal dan memastikan keamanan penggunaan jangka panjang. Namun, berdasarkan bukti yang ada, aktivitas antioksidan merupakan salah satu faktor kunci yang berkontribusi pada nilai terapeutik tumbuhan ini, menjadikannya sumber potensial untuk senyawa pelindung sel dan promosi kesehatan.

Peningkatan Imunitas

Kemampuan sistem imun untuk melawan infeksi dan penyakit sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk nutrisi dan gaya hidup. Senyawa aktif yang terkandung dalam Clerodendrum serratum berpotensi memberikan dukungan terhadap fungsi imun melalui beberapa mekanisme. Pertama, kandungan antioksidannya membantu melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas, memungkinkan sel-sel tersebut berfungsi secara optimal. Stres oksidatif dapat menekan aktivitas sel imun, sehingga perlindungan dari antioksidan menjadi krusial.

Kedua, beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa tertentu dalam Clerodendrum serratum dapat memodulasi respons imun. Ini berarti, senyawa tersebut dapat membantu menyeimbangkan aktivitas sistem imun, mencegah respons yang berlebihan (seperti pada penyakit autoimun) atau meningkatkan respons yang kurang (seperti pada infeksi kronis). Modulasi ini penting untuk menjaga homeostasis imun, di mana sistem imun merespons ancaman dengan efektif tanpa menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh sendiri.

Ketiga, potensi anti-inflamasi dari Clerodendrum serratum juga berperan dalam mendukung imunitas. Peradangan kronis dapat melemahkan sistem imun, sehingga pengurangan peradangan dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. Dengan meredakan peradangan sistemik, energi tubuh dapat dialihkan untuk mendukung fungsi imun yang efektif. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami dampak Clerodendrum serratum terhadap sistem imun dan menentukan dosis yang optimal untuk mencapai efek peningkatan imunitas yang signifikan.

Penyembuhan Luka

Proses pemulihan jaringan yang rusak merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan dan integritas tubuh. Tumbuhan Clerodendrum serratum secara tradisional diyakini memiliki peran dalam mempercepat proses ini, menjadikannya relevan dalam konteks pengobatan luka.

  • Stimulasi Proliferasi Sel

    Ekstrak Clerodendrum serratum berpotensi merangsang pertumbuhan dan pembelahan sel-sel kulit, seperti fibroblas dan keratinosit, yang esensial dalam pembentukan jaringan baru pada luka. Peningkatan proliferasi sel berkontribusi pada penutupan luka yang lebih cepat.

  • Peningkatan Sintesis Kolagen

    Kolagen merupakan protein struktural utama yang memberikan kekuatan dan elastisitas pada kulit. Senyawa dalam Clerodendrum serratum dapat meningkatkan produksi kolagen, sehingga menghasilkan jaringan parut yang lebih kuat dan fleksibel.

  • Sifat Anti-inflamasi

    Peradangan yang berlebihan dapat menghambat proses penyembuhan luka. Efek anti-inflamasi dari Clerodendrum serratum membantu meredakan peradangan di sekitar luka, menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk pemulihan jaringan.

  • Aktivitas Antimikroba

    Infeksi pada luka dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Clerodendrum serratum memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu mencegah infeksi pada luka terbuka.

  • Peningkatan Angiogenesis

    Pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis) sangat penting untuk menyediakan nutrisi dan oksigen ke jaringan yang rusak. Clerodendrum serratum berpotensi merangsang angiogenesis, sehingga mempercepat penyembuhan luka.

Kombinasi dari stimulasi proliferasi sel, peningkatan sintesis kolagen, sifat anti-inflamasi, aktivitas antimikroba, dan peningkatan angiogenesis menjadikan Clerodendrum serratum berpotensi sebagai agen penyembuh luka alami. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi efektivitas dan keamanannya dalam aplikasi klinis.

Tips Pemanfaatan Optimal Clerodendrum serratum

Untuk memaksimalkan potensi terapeutik tumbuhan Clerodendrum serratum, perlu diperhatikan beberapa aspek penting yang berkaitan dengan persiapan, penggunaan, dan keamanan.

Tip 1: Identifikasi Tumbuhan yang Tepat
Pastikan identifikasi spesies Clerodendrum serratum dilakukan dengan benar. Konsultasikan dengan ahli botani atau herbalis berpengalaman untuk menghindari kesalahan identifikasi, karena beberapa spesies lain mungkin memiliki karakteristik dan efek yang berbeda.

Tip 2: Pilih Daun yang Berkualitas
Gunakan daun yang segar dan sehat, bebas dari hama atau penyakit. Hindari daun yang layu, berubah warna, atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Daun yang berkualitas akan memberikan kandungan senyawa aktif yang optimal.

Tip 3: Perhatikan Metode Persiapan
Metode persiapan yang tepat dapat memengaruhi ketersediaan senyawa aktif. Rebusan daun umumnya efektif, namun pastikan proses perebusan tidak terlalu lama agar senyawa-senyawa penting tidak rusak. Alternatif lain adalah mengeringkan daun dan menyeduhnya seperti teh.

Tip 4: Konsultasikan dengan Profesional Kesehatan
Sebelum menggunakan Clerodendrum serratum sebagai pengobatan alternatif, konsultasikan dengan dokter atau ahli herbal. Hal ini penting untuk memastikan keamanan penggunaan, terutama jika sedang mengonsumsi obat-obatan lain atau memiliki kondisi medis tertentu.

Tip 5: Perhatikan Dosis dan Frekuensi Penggunaan
Dosis dan frekuensi penggunaan harus disesuaikan dengan kondisi individu dan tujuan pengobatan. Mulailah dengan dosis rendah dan tingkatkan secara bertahap jika diperlukan, sambil memantau respons tubuh. Penggunaan berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Dengan mengikuti panduan ini, potensi manfaat kesehatan dari tumbuhan Clerodendrum serratum dapat dioptimalkan, sambil tetap memperhatikan aspek keamanan dan efektivitas.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Penggunaan Clerodendrum serratum dalam pengobatan tradisional telah berlangsung lama, namun validasi ilmiah mengenai efektivitasnya masih dalam tahap pengembangan. Sejumlah studi praklinis, terutama yang dilakukan secara in vitro dan pada hewan coba, menunjukkan potensi senyawa-senyawa yang terkandung dalam tumbuhan ini dalam meredakan peradangan, menurunkan demam, dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu. Studi-studi ini memberikan dasar rasional untuk penggunaan tradisional, namun perlu dicatat bahwa hasil pada model hewan tidak selalu dapat diekstrapolasikan langsung ke manusia.

Studi kasus yang terdokumentasi dengan baik mengenai penggunaan Clerodendrum serratum pada manusia masih terbatas. Sebagian besar informasi yang tersedia berasal dari laporan anekdot atau observasi klinis skala kecil. Misalnya, beberapa laporan mengindikasikan efektivitas rebusan daun dalam meredakan gejala demam ringan dan nyeri otot. Namun, studi-studi ini seringkali kekurangan kontrol yang memadai dan ukuran sampel yang representatif, sehingga sulit untuk menarik kesimpulan yang definitif mengenai efektivitas dan keamanan penggunaan Clerodendrum serratum pada manusia. Lebih lanjut, variasi dalam metode persiapan, dosis, dan durasi penggunaan dapat mempengaruhi hasil yang diamati.

Terdapat perdebatan mengenai standardisasi ekstrak Clerodendrum serratum untuk tujuan pengobatan. Beberapa peneliti berpendapat bahwa standardisasi diperlukan untuk memastikan konsistensi kandungan senyawa aktif dan meminimalkan variabilitas dalam efek terapeutik. Namun, yang lain berpendapat bahwa pendekatan holistik yang mempertimbangkan interaksi sinergis antara berbagai senyawa dalam tumbuhan mungkin lebih relevan. Perbedaan pandangan ini mencerminkan kompleksitas dalam memahami mekanisme kerja tumbuhan obat dan tantangan dalam menerjemahkan pengetahuan tradisional ke dalam praktik medis berbasis bukti.

Evaluasi kritis terhadap bukti yang tersedia sangat penting untuk menilai potensi manfaat dan risiko penggunaan Clerodendrum serratum. Diperlukan studi klinis yang dirancang dengan baik, dengan kontrol yang memadai dan ukuran sampel yang memadai, untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan tumbuhan ini pada manusia. Penting untuk mempertimbangkan bahwa penggunaan Clerodendrum serratum sebagai pengobatan alternatif harus dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan profesional kesehatan, terutama bagi individu dengan kondisi medis yang mendasari atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan lain.