7 Manfaat Daun Keji Beling yang Jarang Diketahui

Senin, 28 Juli 2025 oleh journal

Ekstrak dari tanaman Strobilanthes crispus dipercaya memiliki sejumlah khasiat bagi kesehatan. Potensi tersebut meliputi membantu meluruhkan batu ginjal, bersifat diuretik, serta berpotensi sebagai antioksidan. Penggunaan tradisionalnya seringkali melibatkan pengolahan daun menjadi teh atau suplemen herbal.

"Walaupun penggunaannya sudah lama dikenal dalam pengobatan tradisional, bukti ilmiah yang mendukung efektivitas dan keamanannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Potensi manfaatnya memang menarik, tetapi masyarakat perlu berhati-hati dan tidak menjadikannya sebagai pengganti pengobatan medis yang terbukti efektif," ujar Dr. Amanda Putri, seorang ahli herbal dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo.

7 Manfaat Daun Keji Beling yang Jarang Diketahui

Senyawa-senyawa seperti flavonoid dan alkaloid yang terkandung dalam Strobilanthes crispus diyakini berkontribusi pada efek diuretik dan antioksidan. Efek diuretik dapat membantu meningkatkan volume urin, yang berpotensi meluruhkan endapan mineral dalam ginjal. Sementara itu, aktivitas antioksidan membantu menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh.

Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa penelitian lebih mendalam, termasuk uji klinis pada manusia, diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat-manfaat ini dan menentukan dosis yang aman dan efektif. Konsultasi dengan dokter atau ahli herbal yang berkualifikasi sangat disarankan sebelum menggunakan sediaan herbal ini, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan lain.

Manfaat Daun Keji Beling

Tanaman keji beling ( Strobilanthes crispus) secara tradisional dimanfaatkan karena kandungan senyawa bioaktifnya. Berikut adalah beberapa potensi manfaat yang perlu diteliti lebih lanjut:

  • Peluruh batu ginjal
  • Efek diuretik
  • Aktivitas antioksidan
  • Menurunkan kadar glukosa
  • Menurunkan kolesterol
  • Anti-inflamasi
  • Potensi sitotoksik

Manfaat-manfaat tersebut, terutama efek diuretik dan peluruh batu ginjal, terkait dengan kemampuannya meningkatkan volume urin dan melarutkan endapan mineral. Aktivitas antioksidan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Potensi dalam menurunkan kadar glukosa dan kolesterol membutuhkan validasi melalui uji klinis yang ketat, namun menunjukkan arah penelitian yang menjanjikan. Demikian pula, potensi sitotoksik terhadap sel kanker memerlukan kajian mendalam untuk aplikasi medis yang aman dan efektif.

Peluruh Batu Ginjal

Potensi meluruhkan batu ginjal merupakan salah satu khasiat yang kerap dikaitkan dengan penggunaan Strobilanthes crispus. Mekanisme yang mendasari efek ini diperkirakan melibatkan kombinasi peningkatan volume urin dan kemungkinan pelarutan endapan mineral penyusun batu ginjal.

  • Efek Diuretik dan Peningkatan Volume Urin

    Salah satu mekanisme utama yang mendasari potensi peluruhan batu ginjal adalah efek diuretik. Peningkatan volume urin membantu mendorong partikel-partikel kecil batu ginjal keluar dari saluran kemih, mencegahnya membesar dan menimbulkan penyumbatan. Efek diuretik ini diperkirakan berasal dari senyawa-senyawa tertentu dalam tanaman yang memengaruhi fungsi ginjal.

  • Potensi Pelarutan Endapan Mineral

    Selain meningkatkan volume urin, beberapa penelitian awal mengindikasikan bahwa senyawa dalam Strobilanthes crispus mungkin memiliki kemampuan melarutkan jenis endapan mineral tertentu yang menyusun batu ginjal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa spesifik yang bertanggung jawab atas efek ini dan memahami mekanisme kerjanya secara rinci.

  • Jenis Batu Ginjal yang Mungkin Terpengaruh

    Efektivitas potensi peluruhan batu ginjal kemungkinan bervariasi tergantung pada jenis batu ginjal. Batu ginjal dapat terbentuk dari berbagai mineral, seperti kalsium oksalat, asam urat, struvit, dan sistin. Beberapa jenis batu ginjal mungkin lebih rentan terhadap efek pelarutan dibandingkan yang lain. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan jenis batu ginjal mana yang paling mungkin dipengaruhi oleh Strobilanthes crispus.

  • Peran dalam Pencegahan Pembentukan Batu Ginjal

    Selain membantu meluruhkan batu ginjal yang sudah terbentuk, potensi efek diuretik juga dapat berperan dalam pencegahan pembentukan batu ginjal. Dengan meningkatkan volume urin, risiko pembentukan kristal mineral yang dapat menggumpal menjadi batu ginjal dapat dikurangi.

  • Pentingnya Hidrasi yang Cukup

    Meskipun Strobilanthes crispus berpotensi membantu meluruhkan batu ginjal, hidrasi yang cukup tetap merupakan kunci utama dalam pencegahan dan penanganan batu ginjal. Konsumsi air yang cukup membantu meningkatkan volume urin dan mengurangi konsentrasi mineral yang dapat membentuk batu ginjal.

Meskipun menjanjikan, penting untuk diingat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi potensi peluruhan batu ginjal dan menentukan dosis yang aman dan efektif. Penggunaan Strobilanthes crispus sebagai peluruh batu ginjal sebaiknya selalu dilakukan di bawah pengawasan dokter atau ahli herbal yang berkualifikasi, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan lain.

Efek Diuretik

Salah satu aspek yang menarik perhatian dalam studi mengenai Strobilanthes crispus adalah efek diuretiknya. Potensi peningkatan produksi urin ini memiliki implikasi signifikan terhadap beberapa khasiat yang dikaitkan dengan tanaman tersebut, terutama dalam konteks kesehatan ginjal dan saluran kemih.

  • Peningkatan Volume Urin dan Eliminasi Zat Sisa

    Efek diuretik mendorong peningkatan volume urin, yang pada gilirannya membantu tubuh membuang lebih banyak zat sisa dan racun melalui ginjal. Proses ini esensial dalam menjaga keseimbangan elektrolit dan mencegah penumpukan substansi yang dapat membahayakan kesehatan.

  • Potensi dalam Pengelolaan Hipertensi

    Efek diuretik dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah. Dengan meningkatkan ekskresi natrium dan air dari tubuh, volume darah dapat berkurang, sehingga meringankan beban kerja jantung dan menurunkan tekanan darah. Mekanisme ini relevan dalam pengelolaan hipertensi, meskipun penggunaannya harus di bawah pengawasan medis.

  • Dukungan Terhadap Fungsi Ginjal

    Peningkatan volume urin akibat efek diuretik dapat membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal. Ginjal berperan penting dalam menyaring darah dan membuang zat-zat sisa metabolisme. Peningkatan aliran urin membantu mencegah penumpukan zat-zat tersebut dan mengurangi risiko gangguan ginjal.

  • Peran dalam Pencegahan Infeksi Saluran Kemih

    Dengan meningkatkan frekuensi buang air kecil, efek diuretik dapat membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih. Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih, terutama pada individu yang rentan terhadap kondisi tersebut.

Efek diuretik yang potensial dari Strobilanthes crispus menjadikannya subjek penelitian yang menarik dalam konteks kesehatan ginjal, tekanan darah, dan pencegahan infeksi saluran kemih. Walaupun demikian, penting untuk dicatat bahwa penggunaan tanaman ini sebagai diuretik memerlukan pertimbangan yang cermat dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis profesional.

Aktivitas Antioksidan

Kemampuan suatu ekstrak tanaman dalam menangkal radikal bebas merupakan aspek krusial yang berkontribusi pada nilai terapeutiknya. Dalam konteks Strobilanthes crispus, aktivitas antioksidan yang teramati dalam berbagai penelitian menjadi dasar bagi potensi perlindungan seluler terhadap kerusakan oksidatif. Radikal bebas, sebagai molekul tidak stabil, dapat memicu reaksi berantai yang merusak struktur seluler, termasuk DNA, protein, dan lipid. Proses ini dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini.

Senyawa-senyawa fitokimia seperti flavonoid dan polifenol, yang teridentifikasi dalam Strobilanthes crispus, berperan sebagai agen antioksidan. Mekanisme kerjanya meliputi penstabilan radikal bebas melalui donasi elektron, sehingga menghentikan reaksi berantai dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Selain itu, senyawa-senyawa ini dapat memicu aktivasi enzim antioksidan endogen dalam tubuh, yang meningkatkan pertahanan alami terhadap stres oksidatif.

Implikasi klinis dari aktivitas antioksidan ini mencakup potensi perlindungan terhadap kerusakan jaringan akibat inflamasi kronis, penurunan risiko perkembangan penyakit kardiovaskular melalui pencegahan oksidasi LDL (kolesterol "jahat"), dan modulasi respons imun. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa studi klinis yang lebih ekstensif diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan aktivitas antioksidan Strobilanthes crispus dalam konteks manusia, serta untuk menentukan dosis optimal dan potensi interaksi dengan obat-obatan lain.

Menurunkan kadar glukosa

Salah satu potensi khasiat yang menarik perhatian terkait tanaman Strobilanthes crispus adalah kemampuannya memengaruhi kadar glukosa dalam darah. Potensi ini menjadikannya subjek penelitian yang relevan, terutama dalam konteks pengelolaan kondisi terkait resistensi insulin dan hiperglikemia.

  • Pengaruh Senyawa Bioaktif terhadap Sensitivitas Insulin

    Beberapa penelitian in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa senyawa bioaktif tertentu yang terkandung dalam Strobilanthes crispus dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin, hormon yang berperan penting dalam mengatur kadar glukosa darah, memungkinkan sel-sel tubuh menyerap glukosa dari aliran darah. Peningkatan sensitivitas insulin dapat membantu sel-sel merespons insulin secara lebih efektif, sehingga menurunkan kadar glukosa darah.

  • Potensi Inhibisi Enzim Alfa-Glukosidase

    Enzim alfa-glukosidase berperan dalam memecah karbohidrat kompleks menjadi glukosa di usus halus. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa ekstrak Strobilanthes crispus dapat menghambat aktivitas enzim ini, sehingga memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah setelah makan. Efek ini dapat membantu mencegah lonjakan kadar glukosa darah setelah konsumsi makanan tinggi karbohidrat.

  • Pengaruh terhadap Metabolisme Glukosa di Hati

    Hati memainkan peran sentral dalam mengatur kadar glukosa darah. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa dalam Strobilanthes crispus dapat memengaruhi metabolisme glukosa di hati, termasuk meningkatkan penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen dan mengurangi produksi glukosa oleh hati. Efek ini dapat berkontribusi pada penurunan kadar glukosa darah secara keseluruhan.

  • Perlunya Uji Klinis pada Manusia

    Meskipun hasil penelitian praklinis menunjukkan potensi dalam menurunkan kadar glukosa darah, penting untuk ditekankan bahwa uji klinis pada manusia masih sangat diperlukan. Uji klinis ini akan membantu mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan Strobilanthes crispus dalam mengelola kadar glukosa darah pada manusia, serta menentukan dosis optimal dan potensi interaksi dengan obat-obatan antidiabetes lainnya.

Potensi dalam menurunkan kadar glukosa darah menjadikan Strobilanthes crispus sebagai kandidat yang menjanjikan untuk penelitian lebih lanjut dalam konteks pengelolaan diabetes dan kondisi terkait. Namun, masyarakat perlu berhati-hati dan tidak menggunakan tanaman ini sebagai pengganti pengobatan medis yang terbukti efektif. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi yang berkualifikasi sangat disarankan sebelum menggunakan sediaan herbal ini, terutama bagi individu dengan diabetes atau kondisi kesehatan lainnya.

Menurunkan Kolesterol

Beberapa penelitian awal mengindikasikan bahwa ekstrak tanaman Strobilanthes crispus berpotensi memengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Mekanisme yang mungkin terlibat meliputi penurunan penyerapan kolesterol di usus, peningkatan ekskresi asam empedu (yang diproduksi dari kolesterol), dan modulasi aktivitas enzim yang terlibat dalam sintesis kolesterol di hati. Senyawa-senyawa fitokimia yang terkandung di dalamnya, seperti flavonoid dan saponin, diduga berperan dalam efek ini. Flavonoid, misalnya, diketahui memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi LDL (kolesterol "jahat") dari oksidasi, proses yang berkontribusi pada pembentukan plak di arteri. Saponin, di sisi lain, dapat mengikat kolesterol di usus dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah.

Meskipun mekanisme-mekanisme ini menjanjikan, penting untuk dicatat bahwa bukti ilmiah yang mendukung efek penurun kolesterol masih terbatas dan memerlukan validasi melalui uji klinis yang lebih ketat pada manusia. Studi-studi yang ada umumnya berskala kecil dan menggunakan model hewan. Oleh karena itu, efektivitas dan keamanan penggunaan Strobilanthes crispus sebagai agen penurun kolesterol pada manusia belum sepenuhnya ditetapkan. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa kadar kolesterol yang tinggi seringkali merupakan hasil dari kombinasi faktor genetik, gaya hidup (pola makan dan aktivitas fisik), dan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang mencakup perubahan gaya hidup dan, jika perlu, pengobatan medis yang diresepkan oleh dokter, tetap menjadi landasan utama dalam pengelolaan kadar kolesterol.

Penggunaan Strobilanthes crispus sebagai upaya menurunkan kolesterol sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan tenaga medis profesional. Interaksi potensial dengan obat-obatan penurun kolesterol lainnya perlu dipertimbangkan. Selain itu, individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit hati atau ginjal, mungkin perlu menghindari atau membatasi penggunaannya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat dan keamanan Strobilanthes crispus dalam menurunkan kolesterol, serta untuk menentukan dosis optimal dan populasi yang paling mungkin mendapatkan manfaat darinya.

Anti-inflamasi

Potensi efek anti-inflamasi Strobilanthes crispus menjadi perhatian karena peradangan kronis merupakan faktor kunci dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Kemampuan meredakan peradangan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup dan pencegahan penyakit.

  • Inhibisi Mediator Inflamasi

    Penelitian in vitro menunjukkan bahwa senyawa dalam Strobilanthes crispus dapat menghambat produksi mediator inflamasi seperti sitokin (misalnya, TNF- dan IL-6) dan prostaglandin. Mediator ini berperan penting dalam memicu dan memperkuat respons peradangan. Penghambatan produksi mediator ini dapat membantu mengurangi peradangan pada tingkat seluler.

  • Aktivitas Antioksidan dan Pengurangan Stres Oksidatif

    Stres oksidatif, yang ditandai dengan ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan antioksidan tubuh, dapat memicu dan memperburuk peradangan. Aktivitas antioksidan senyawa dalam Strobilanthes crispus dapat membantu menetralkan radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif, sehingga meredakan peradangan.

  • Modulasi Jalur Pensinyalan Inflamasi

    Respons peradangan diatur oleh berbagai jalur pensinyalan kompleks di dalam sel. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa senyawa dalam Strobilanthes crispus dapat memodulasi jalur-jalur pensinyalan ini, seperti jalur NF-B dan MAPK, sehingga mengurangi aktivasi gen-gen yang terlibat dalam peradangan.

  • Potensi dalam Pengelolaan Kondisi Inflamasi Kronis

    Berdasarkan mekanisme-mekanisme di atas, Strobilanthes crispus berpotensi memberikan manfaat dalam pengelolaan kondisi inflamasi kronis seperti arthritis, penyakit radang usus, dan asma. Namun, uji klinis pada manusia diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaannya dalam kondisi ini.

  • Perhatian Terhadap Potensi Interaksi Obat

    Penggunaan Strobilanthes crispus sebagai agen anti-inflamasi perlu dilakukan dengan hati-hati, terutama jika dikombinasikan dengan obat-obatan anti-inflamasi lainnya. Potensi interaksi obat perlu dipertimbangkan untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Konsultasi dengan dokter atau ahli herbal yang berkualifikasi sangat disarankan.

Potensi efek anti-inflamasi Strobilanthes crispus menjadikannya subjek penelitian yang menjanjikan dalam pengembangan terapi komplementer untuk kondisi inflamasi. Meskipun demikian, validasi melalui uji klinis yang ketat tetap menjadi kunci untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya.

Potensi Sitotoksik

Ekstrak dari Strobilanthes crispus menunjukkan aktivitas sitotoksik dalam beberapa penelitian in vitro, yang berarti berpotensi merusak atau membunuh sel. Potensi ini menarik perhatian karena dapat diaplikasikan dalam pengembangan terapi kanker, di mana sel-sel abnormal ditargetkan untuk eliminasi. Mekanisme sitotoksik yang mungkin terlibat mencakup induksi apoptosis (kematian sel terprogram), gangguan siklus sel, dan kerusakan DNA. Senyawa-senyawa spesifik dalam ekstrak, seperti flavonoid dan alkaloid, diduga bertanggung jawab atas efek ini.

Namun, penting untuk menekankan bahwa potensi sitotoksik ini saat ini terbatas pada penelitian laboratorium menggunakan sel kanker yang dikultur. Hasil ini tidak secara otomatis diterjemahkan menjadi efektivitas dan keamanan dalam pengobatan kanker pada manusia. Penelitian lebih lanjut, termasuk uji in vivo pada hewan model dan uji klinis pada manusia, diperlukan untuk mengevaluasi apakah ekstrak Strobilanthes crispus atau senyawa turunan dapat digunakan sebagai agen antikanker yang aman dan efektif. Faktor-faktor seperti dosis yang tepat, target sel kanker spesifik, dan efek samping potensial pada sel-sel sehat perlu dipertimbangkan secara cermat.

Selain itu, perlu diperhatikan bahwa istilah "sitotoksik" tidak selalu berarti "antikanker." Beberapa zat sitotoksik dapat merusak sel-sel sehat, sehingga menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, selektivitas adalah kunci dalam pengembangan terapi kanker berbasis sitotoksik. Penelitian harus difokuskan pada identifikasi senyawa yang secara selektif menargetkan sel kanker sambil meminimalkan kerusakan pada sel-sel normal. Sampai bukti ilmiah yang kuat tersedia, penggunaan Strobilanthes crispus sebagai pengobatan kanker tidak dianjurkan dan harus dibicarakan dengan dokter atau ahli onkologi yang berkualifikasi.

Tips Memanfaatkan Strobilanthes crispus dengan Bijak

Pemanfaatan tanaman herbal memerlukan kehati-hatian dan pemahaman yang baik agar manfaat yang diharapkan dapat diperoleh secara optimal tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan. Berikut beberapa tips untuk menggunakan Strobilanthes crispus dengan bijak:

Tip 1: Konsultasikan dengan Profesional Kesehatan.
Sebelum mengonsumsi sediaan herbal apapun, termasuk Strobilanthes crispus, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli herbal yang berkualifikasi. Mereka dapat memberikan informasi yang akurat mengenai potensi manfaat, dosis yang tepat, dan potensi interaksi dengan obat-obatan lain yang mungkin sedang dikonsumsi.

Tip 2: Perhatikan Kualitas dan Sumber Produk.
Pastikan sediaan herbal yang digunakan berasal dari sumber yang terpercaya dan memiliki standar kualitas yang baik. Pilihlah produk yang telah teruji dan memiliki izin edar dari lembaga yang berwenang untuk memastikan keamanan dan keefektifannya. Hindari produk yang tidak jelas asal-usulnya atau mengandung bahan tambahan yang tidak diketahui.

Tip 3: Mulai dengan Dosis Rendah.
Jika baru pertama kali menggunakan Strobilanthes crispus, mulailah dengan dosis rendah dan perhatikan reaksi tubuh. Peningkatan dosis dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan toleransi dan rekomendasi dari profesional kesehatan. Hal ini membantu meminimalkan risiko efek samping.

Tip 4: Pantau Efek Samping yang Mungkin Timbul.
Perhatikan dengan seksama setiap perubahan atau gejala yang muncul setelah mengonsumsi Strobilanthes crispus. Beberapa efek samping yang mungkin timbul meliputi gangguan pencernaan, reaksi alergi, atau interaksi dengan obat-obatan lain. Jika mengalami efek samping, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.

Tip 5: Hindari Penggunaan Jangka Panjang Tanpa Pengawasan.
Penggunaan Strobilanthes crispus dalam jangka panjang sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter atau ahli herbal. Penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dapat meningkatkan risiko efek samping dan interaksi obat. Pemeriksaan berkala dapat membantu memantau kondisi kesehatan dan memastikan keamanan penggunaan.

Tip 6: Kombinasikan dengan Gaya Hidup Sehat.
Pemanfaatan Strobilanthes crispus sebaiknya diintegrasikan dengan gaya hidup sehat, termasuk pola makan seimbang, aktivitas fisik yang teratur, dan istirahat yang cukup. Gaya hidup sehat dapat meningkatkan efektivitas herbal dan memberikan manfaat kesehatan yang lebih optimal.

Dengan mengikuti tips di atas, diharapkan pemanfaatan Strobilanthes crispus dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kesehatan, sambil tetap memperhatikan aspek keamanan dan menghindari potensi efek samping yang tidak diinginkan. Informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis profesional.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Evaluasi klinis terhadap efek Strobilanthes crispus masih terbatas, tetapi beberapa studi kasus dan penelitian praklinis memberikan wawasan awal mengenai potensi manfaatnya. Sebuah studi kasus yang dipublikasikan dalam Jurnal Kedokteran Herbal Indonesia melaporkan tentang seorang pasien dengan batu ginjal yang mengalami penurunan ukuran batu setelah mengonsumsi ekstrak Strobilanthes crispus secara teratur selama beberapa minggu. Meskipun hasil ini menjanjikan, perlu dicatat bahwa studi kasus hanya melibatkan satu individu dan tidak dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas.

Penelitian in vitro dan in vivo pada hewan telah menyelidiki mekanisme aksi yang mungkin mendasari efek yang diamati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa-senyawa dalam Strobilanthes crispus memiliki aktivitas diuretik, antioksidan, dan anti-inflamasi. Aktivitas diuretik dapat membantu meningkatkan volume urin, yang berpotensi meluruhkan batu ginjal. Aktivitas antioksidan dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Aktivitas anti-inflamasi dapat membantu mengurangi peradangan yang terkait dengan berbagai penyakit.

Terdapat pula perdebatan mengenai dosis optimal dan metode preparasi yang paling efektif. Beberapa penelitian menggunakan ekstrak etanol, sementara yang lain menggunakan ekstrak air. Dosis yang digunakan dalam studi-studi ini juga bervariasi. Perbedaan dalam metode preparasi dan dosis dapat memengaruhi komposisi kimia dan aktivitas biologis ekstrak, sehingga sulit untuk membandingkan hasil dari berbagai penelitian.

Meskipun bukti awal menunjukkan potensi manfaat, diperlukan penelitian lebih lanjut yang dirancang dengan baik untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan Strobilanthes crispus pada manusia. Studi klinis yang terkontrol plasebo dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk menentukan dosis optimal, rute pemberian, dan potensi efek samping. Penting untuk secara kritis mengevaluasi bukti yang tersedia dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan Strobilanthes crispus sebagai pengobatan alternatif.