Temukan 7 Manfaat Buah Kiwi, yang Wajib Kamu Ketahui!

Senin, 28 Juli 2025 oleh journal

Kandungan nutrisi yang terdapat pada buah kiwi memberikan sejumlah dampak positif bagi kesehatan tubuh. Konsumsi rutin dikaitkan dengan peningkatan sistem imun, perlindungan terhadap kerusakan sel akibat radikal bebas, serta dukungan terhadap kesehatan jantung dan pencernaan. Efek menguntungkan ini berasal dari vitamin, mineral, dan antioksidan yang terkandung di dalamnya.

Buah kiwi adalah tambahan yang sangat baik untuk diet seimbang. Kandungan vitamin C dan antioksidannya yang tinggi menjadikannya pilihan yang cerdas untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, ujar Dr. Amelia Putri, seorang ahli gizi klinis terkemuka.

Temukan 7 Manfaat Buah Kiwi, yang Wajib Kamu Ketahui!

Pendapat Dr. Putri didukung oleh bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam buah ini berkontribusi signifikan terhadap kesehatan.

Kiwi kaya akan vitamin C, antioksidan kuat yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, kandungan seratnya yang tinggi mendukung kesehatan pencernaan dan membantu menjaga kadar kolesterol yang sehat. Enzim actinidin yang terdapat di dalamnya juga membantu memecah protein, mempermudah pencernaan. Konsumsi satu hingga dua buah kiwi per hari dianggap aman dan bermanfaat bagi kebanyakan orang. Namun, individu dengan alergi terhadap kiwi atau buah-buahan lain sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara teratur.

Buah Kiwi

Buah kiwi dikenal luas karena kandungan nutrisinya yang kaya, memberikan beragam dampak positif bagi kesehatan. Berikut adalah tujuh manfaat utama yang perlu diketahui:

  • Imunitas meningkat
  • Antioksidan tinggi
  • Pencernaan lancar
  • Jantung sehat
  • Tekanan darah stabil
  • Mata terlindungi
  • Kulit bercahaya

Manfaat-manfaat tersebut bersinergi dalam meningkatkan kualitas hidup. Sebagai contoh, tingginya kandungan vitamin C tidak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melainkan juga berperan sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas, mencegah kerusakan sel, dan memperlambat penuaan. Serat dalam kiwi membantu menjaga kesehatan pencernaan, mencegah sembelit, dan berkontribusi pada kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol jahat.

Imunitas meningkat

Peningkatan imunitas menjadi salah satu efek signifikan dari konsumsi buah kiwi. Sistem kekebalan tubuh yang kuat esensial dalam melawan infeksi dan menjaga kesehatan secara menyeluruh. Kandungan nutrisi spesifik dalam buah ini berperan penting dalam mendukung fungsi imun yang optimal.

  • Vitamin C sebagai Stimulan Imun

    Vitamin C, yang berlimpah dalam kiwi, merupakan antioksidan kuat yang merangsang produksi sel darah putih, komponen kunci dari sistem imun. Sel darah putih bertugas melawan patogen seperti bakteri dan virus. Asupan vitamin C yang cukup membantu mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi durasi serta tingkat keparahan infeksi.

  • Antioksidan Melawan Radikal Bebas

    Radikal bebas dapat melemahkan sistem imun. Antioksidan dalam kiwi, selain vitamin C, termasuk vitamin E dan berbagai fitokimia, membantu menetralkan radikal bebas, melindungi sel-sel imun dari kerusakan oksidatif, dan menjaga fungsi mereka tetap optimal.

  • Kandungan Nutrisi Mendukung Fungsi Sel Imun

    Selain vitamin C, kiwi mengandung nutrisi lain seperti vitamin K, folat, dan potasium yang berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk dukungan terhadap fungsi sel imun. Folat, misalnya, penting untuk pembentukan dan pematangan sel darah, termasuk sel imun.

  • Serat Prebiotik untuk Kesehatan Usus

    Sebagian besar sistem imun terletak di usus. Serat dalam kiwi berperan sebagai prebiotik, makanan bagi bakteri baik dalam usus. Keseimbangan mikrobiota usus yang sehat sangat penting untuk fungsi imun yang optimal, karena bakteri baik membantu mencegah pertumbuhan bakteri jahat dan merangsang respons imun yang tepat.

  • Meningkatkan Produksi Antibodi

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan kaya vitamin C, termasuk kiwi, dapat meningkatkan produksi antibodi. Antibodi adalah protein yang membantu tubuh mengenali dan menetralkan patogen. Peningkatan produksi antibodi memperkuat respons imun terhadap infeksi.

Dengan demikian, konsumsi buah kiwi secara teratur dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kombinasi vitamin, mineral, antioksidan, dan serat prebiotik dalam kiwi bekerja secara sinergis untuk memperkuat pertahanan tubuh terhadap penyakit.

Antioksidan Tinggi

Kandungan antioksidan yang tinggi dalam buah kiwi memiliki peran krusial dalam memberikan sejumlah dampak positif terhadap kesehatan. Antioksidan adalah senyawa yang mampu menetralkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan berkontribusi pada berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini. Kehadiran antioksidan dalam buah ini secara langsung berkontribusi pada manfaat kesehatannya yang luas.

Buah ini mengandung berbagai jenis antioksidan, termasuk vitamin C, vitamin E, karotenoid (seperti lutein dan zeaxanthin), serta fitokimia lainnya. Vitamin C, sebagai contoh, merupakan antioksidan larut air yang sangat efektif dalam menangkal radikal bebas di dalam cairan tubuh. Vitamin E, di sisi lain, adalah antioksidan larut lemak yang melindungi membran sel dari kerusakan oksidatif. Lutein dan zeaxanthin, yang terutama terkonsentrasi di mata, membantu melindungi mata dari kerusakan akibat paparan sinar matahari dan mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia.

Dengan menetralisir radikal bebas, antioksidan dalam buah ini membantu mengurangi stres oksidatif, suatu kondisi di mana terdapat ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya. Stres oksidatif dapat memicu peradangan kronis, yang merupakan faktor pendorong utama berbagai penyakit kronis. Oleh karena itu, konsumsi makanan kaya antioksidan, termasuk buah ini, dapat membantu mengurangi risiko penyakit tersebut dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Selain itu, antioksidan dalam buah ini juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Radikal bebas dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Antioksidan membantu melindungi sel-sel kekebalan tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga memungkinkan mereka berfungsi secara optimal dalam melawan patogen dan menjaga kesehatan tubuh.

Dengan demikian, tingginya kandungan antioksidan dalam buah kiwi merupakan faktor penting yang berkontribusi pada beragam manfaat kesehatannya. Kemampuan antioksidan untuk menetralkan radikal bebas, mengurangi stres oksidatif, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh menjadikan buah ini sebagai pilihan yang cerdas untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan dan mencegah penyakit kronis.

Pencernaan Lancar

Kelancaran proses pencernaan merupakan fondasi penting bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Keterkaitan antara konsumsi buah kiwi dan peningkatan fungsi pencernaan menjadi aspek krusial dalam memahami manfaat buah ini bagi kesejahteraan individu. Efek positif ini tidak hanya terbatas pada pengurangan masalah pencernaan, tetapi juga berdampak pada penyerapan nutrisi dan kesehatan usus secara keseluruhan.

  • Kandungan Serat yang Tinggi

    Buah kiwi mengandung serat pangan yang signifikan, baik serat larut maupun tidak larut. Serat tidak larut membantu mempercepat pergerakan makanan melalui saluran pencernaan, mencegah sembelit dan meningkatkan keteraturan buang air besar. Serat larut, di sisi lain, membentuk gel dalam usus, yang membantu memperlambat penyerapan gula dan kolesterol, serta menyediakan makanan bagi bakteri baik di usus.

  • Enzim Actinidin: Membantu Pemecahan Protein

    Kiwi mengandung enzim proteolitik unik yang disebut actinidin. Enzim ini membantu memecah protein menjadi peptida dan asam amino yang lebih kecil, mempermudah proses pencernaan protein dan mengurangi rasa kembung atau tidak nyaman setelah makan makanan tinggi protein. Actinidin bekerja dengan cara yang berbeda dari enzim pencernaan yang dihasilkan oleh tubuh, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi pencernaan protein.

  • Prebiotik untuk Kesehatan Mikrobiota Usus

    Serat dalam kiwi berperan sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik (probiotik) yang hidup di usus. Mikrobiota usus yang sehat sangat penting untuk pencernaan yang optimal, karena bakteri baik membantu memecah makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, menghasilkan vitamin dan nutrisi penting, serta melindungi usus dari bakteri jahat. Keseimbangan mikrobiota usus yang baik juga terkait dengan peningkatan sistem kekebalan tubuh.

  • Meningkatkan Keteraturan Buang Air Besar

    Kombinasi serat, enzim, dan prebiotik dalam buah ini berkontribusi pada peningkatan keteraturan buang air besar. Konsumsi teratur dapat membantu mencegah atau mengatasi sembelit, mengurangi risiko wasir, dan menjaga kesehatan saluran pencernaan secara keseluruhan. Keteraturan buang air besar juga membantu menghilangkan racun dari tubuh, yang penting untuk kesehatan jangka panjang.

Dengan demikian, dampak positif buah kiwi terhadap kelancaran pencernaan berasal dari kombinasi unik kandungan serat, enzim actinidin, dan efek prebiotiknya. Konsumsi buah ini secara teratur dapat menjadi strategi alami dan efektif untuk mendukung kesehatan pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Jantung Sehat

Kesehatan jantung merupakan aspek vital dari kesejahteraan individu, dan pola makan memainkan peran signifikan dalam memelihara fungsi optimal organ tersebut. Buah kiwi, dengan profil nutrisinya yang unik, menawarkan kontribusi penting dalam mendukung kesehatan kardiovaskular.

  • Kandungan Kalium dan Pengaturan Tekanan Darah

    Kalium adalah mineral esensial yang membantu mengatur tekanan darah. Konsumsi kalium yang cukup membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh, sehingga mengurangi risiko hipertensi, faktor risiko utama penyakit jantung. Buah kiwi menyediakan sumber kalium yang baik, berkontribusi pada pemeliharaan tekanan darah yang sehat.

  • Serat dan Pengendalian Kolesterol

    Serat larut, yang ditemukan dalam buah ini, membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Serat mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah. Penurunan kadar kolesterol LDL mengurangi risiko penumpukan plak di arteri, yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

  • Vitamin C dan Fungsi Pembuluh Darah

    Vitamin C, antioksidan kuat yang berlimpah dalam buah ini, membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas. Kerusakan oksidatif pada pembuluh darah dapat memicu peradangan dan pembentukan plak. Vitamin C juga berperan dalam produksi kolagen, protein yang penting untuk menjaga elastisitas dan kekuatan pembuluh darah.

  • Antioksidan dan Pencegahan Penyakit Jantung

    Selain vitamin C, buah ini mengandung berbagai antioksidan lain, seperti vitamin E dan fitokimia, yang membantu melindungi sel-sel jantung dari kerusakan oksidatif. Antioksidan ini membantu mengurangi stres oksidatif, faktor pendorong utama peradangan dan perkembangan penyakit jantung. Konsumsi makanan kaya antioksidan secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Dengan demikian, integrasi buah kiwi ke dalam diet seimbang dapat memberikan dukungan signifikan bagi kesehatan jantung. Kombinasi kalium, serat, vitamin C, dan antioksidan bekerja secara sinergis untuk mengatur tekanan darah, mengendalikan kolesterol, melindungi pembuluh darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung. Pola makan yang kaya nutrisi esensial ini merupakan investasi penting dalam kesehatan kardiovaskular jangka panjang.

Tekanan Darah Stabil

Keterkaitan antara konsumsi buah kiwi dan stabilitas tekanan darah menjadi aspek penting dalam memahami manfaat buah ini bagi kesehatan kardiovaskular. Stabilitas tekanan darah, yang didefinisikan sebagai tekanan sistolik dan diastolik yang berada dalam rentang normal, merupakan faktor krusial dalam mencegah komplikasi kesehatan serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Efek positif buah ini terhadap tekanan darah sebagian besar berasal dari kandungan kaliumnya yang signifikan.

Kalium merupakan mineral esensial yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan dalam tubuh. Elektrolit, termasuk kalium dan natrium, bekerja sama dalam mengatur tekanan darah. Natrium cenderung meningkatkan tekanan darah dengan menarik air ke dalam aliran darah, sementara kalium membantu mengurangi tekanan darah dengan mengeluarkan natrium dari tubuh melalui urin. Konsumsi kalium yang cukup membantu menyeimbangkan efek natrium, sehingga mencegah peningkatan tekanan darah yang berlebihan.

Buah ini menyediakan sumber kalium yang baik, dan asupan kalium yang memadai melalui diet telah terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada individu dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Mekanisme kerja kalium melibatkan relaksasi dinding pembuluh darah, yang mengurangi resistensi aliran darah dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, kalium juga membantu meningkatkan ekskresi natrium melalui ginjal, yang selanjutnya berkontribusi pada penurunan tekanan darah.

Selain kalium, kandungan antioksidan dalam buah ini, seperti vitamin C, juga dapat berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan tekanan darah yang stabil. Antioksidan membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat memicu peradangan dan disfungsi endotel, lapisan sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah. Disfungsi endotel dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah. Dengan melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif, antioksidan dalam buah ini dapat membantu menjaga elastisitas dan fungsi pembuluh darah yang optimal, yang penting untuk stabilitas tekanan darah.

Dengan demikian, konsumsi buah kiwi secara teratur dapat menjadi bagian dari strategi komprehensif untuk menjaga tekanan darah yang stabil. Kombinasi kalium dan antioksidan dalam buah ini bekerja secara sinergis untuk mengatur keseimbangan elektrolit, melindungi pembuluh darah, dan mendukung fungsi kardiovaskular yang optimal. Meskipun buah ini dapat memberikan manfaat signifikan, penting untuk diingat bahwa menjaga tekanan darah yang sehat juga memerlukan penerapan gaya hidup sehat lainnya, termasuk diet seimbang, aktivitas fisik teratur, dan pengelolaan stres yang efektif.

Mata Terlindungi

Kesehatan mata seringkali terabaikan, padahal perannya sangat krusial dalam menunjang kualitas hidup. Konsumsi nutrisi yang tepat, termasuk yang berasal dari buah-buahan tertentu, dapat memberikan perlindungan signifikan terhadap berbagai masalah penglihatan. Beberapa komponen dalam buah kiwi memiliki kontribusi penting dalam menjaga kesehatan mata.

  • Lutein dan Zeaxanthin: Filter Cahaya Biru

    Lutein dan zeaxanthin adalah karotenoid yang ditemukan dalam retina mata, khususnya di makula. Kedua senyawa ini bertindak sebagai filter alami, menyerap cahaya biru berbahaya yang dapat merusak sel-sel retina. Asupan lutein dan zeaxanthin yang cukup dapat membantu mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia (AMD), penyebab utama kebutaan pada orang dewasa.

  • Vitamin C: Antioksidan untuk Kesehatan Retina

    Vitamin C, antioksidan kuat yang berlimpah dalam buah kiwi, membantu melindungi sel-sel retina dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak sel-sel retina dan berkontribusi pada perkembangan katarak dan AMD. Vitamin C membantu menetralkan radikal bebas dan menjaga kesehatan retina.

  • Vitamin E: Melindungi Membran Sel Mata

    Vitamin E, antioksidan larut lemak, melindungi membran sel di mata dari kerusakan oksidatif. Membran sel yang sehat penting untuk fungsi sel yang optimal. Vitamin E membantu menjaga integritas membran sel di retina dan jaringan mata lainnya, mendukung penglihatan yang sehat.

  • Mendukung Sirkulasi Darah ke Mata

    Nutrisi yang terkandung dalam buah ini dapat berkontribusi pada peningkatan sirkulasi darah ke mata. Sirkulasi darah yang baik memastikan bahwa mata menerima oksigen dan nutrisi yang cukup untuk berfungsi dengan baik. Peningkatan sirkulasi darah dapat membantu mencegah kerusakan saraf optik dan masalah penglihatan lainnya.

Dengan demikian, konsumsi buah kiwi dapat menjadi bagian dari upaya preventif dalam menjaga kesehatan mata. Kombinasi lutein, zeaxanthin, vitamin C, vitamin E, dan efek positif pada sirkulasi darah memberikan perlindungan komprehensif terhadap berbagai masalah penglihatan. Integrasi buah ini ke dalam diet seimbang merupakan langkah cerdas untuk mendukung kesehatan mata jangka panjang.

Kulit Bercahaya

Kondisi kulit yang bercahaya seringkali menjadi indikator kesehatan tubuh secara menyeluruh. Faktor-faktor seperti hidrasi, nutrisi, dan perlindungan dari kerusakan lingkungan berperan penting dalam mencapai dan mempertahankan kondisi kulit yang ideal. Konsumsi buah-buahan tertentu, termasuk kiwi, dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan tampilan dan kesehatan kulit.

  • Vitamin C: Stimulasi Kolagen dan Antioksidan

    Vitamin C, yang terkandung dalam buah ini, berperan krusial dalam sintesis kolagen. Kolagen adalah protein struktural utama yang menjaga elastisitas dan kekencangan kulit. Kekurangan kolagen dapat menyebabkan kulit tampak kusam dan berkerut. Selain itu, vitamin C merupakan antioksidan kuat yang melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat menyebabkan penuaan dini dan hiperpigmentasi.

  • Vitamin E: Perlindungan Membran Sel Kulit

    Vitamin E, antioksidan larut lemak, membantu melindungi membran sel kulit dari kerusakan oksidatif. Membran sel yang sehat penting untuk menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Vitamin E juga dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit, yang dapat menyebabkan kemerahan dan iritasi.

  • Antioksidan Lain: Melawan Kerusakan Akibat Sinar Matahari

    Selain vitamin C dan E, buah ini mengandung berbagai antioksidan lain, seperti karotenoid dan fitokimia, yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari. Sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan kolagen, elastin, dan DNA sel kulit, yang dapat menyebabkan penuaan dini, kerutan, dan peningkatan risiko kanker kulit. Antioksidan membantu menetralkan radikal bebas yang dihasilkan oleh paparan sinar matahari, sehingga mengurangi risiko kerusakan kulit.

  • Hidrasi: Kandungan Air yang Tinggi

    Buah ini memiliki kandungan air yang tinggi, yang membantu menjaga hidrasi kulit dari dalam. Kulit yang terhidrasi dengan baik tampak lebih kenyal, halus, dan bercahaya. Dehidrasi dapat menyebabkan kulit kering, kusam, dan lebih rentan terhadap kerutan.

  • Serat: Detoksifikasi dan Kesehatan Usus

    Kandungan serat dalam buah ini mendukung kesehatan pencernaan dan membantu detoksifikasi tubuh. Kesehatan usus yang baik tercermin pada kesehatan kulit. Ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat memicu peradangan sistemik, yang dapat menyebabkan masalah kulit seperti jerawat, eksim, dan psoriasis. Serat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mengurangi peradangan, sehingga mendukung kesehatan kulit.

Kombinasi vitamin, mineral, antioksidan, dan serat dalam buah kiwi berkontribusi secara sinergis dalam meningkatkan kesehatan dan tampilan kulit. Konsumsi teratur, sebagai bagian dari diet seimbang, dapat membantu mencapai dan mempertahankan kulit yang bercahaya, sehat, dan terlindungi dari kerusakan lingkungan.

Tips untuk Mengoptimalkan Dampak Positif Buah Kiwi

Untuk memaksimalkan potensi manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh buah kiwi, penerapan beberapa strategi konsumsi dan penyimpanan yang tepat sangat dianjurkan. Berikut adalah beberapa panduan praktis yang dapat diimplementasikan:

Tip 1: Pilih Buah dengan Tekstur yang Tepat
Saat memilih buah, perhatikan teksturnya. Buah yang matang idealnya memiliki tekstur yang sedikit lunak saat ditekan dengan lembut. Hindari buah yang terlalu keras atau memiliki memar. Tingkat kematangan yang optimal memastikan kandungan nutrisi dan cita rasa yang maksimal.

Tip 2: Konsumsi Secara Teratur dalam Porsi yang Wajar
Integrasikan buah ke dalam diet harian secara konsisten. Porsi yang direkomendasikan adalah satu hingga dua buah per hari. Konsumsi rutin, bukan sporadis, memungkinkan tubuh untuk menyerap dan memanfaatkan nutrisi yang terkandung secara optimal.

Tip 3: Kombinasikan dengan Makanan Lain untuk Penyerapan Nutrisi yang Lebih Baik
Pasangkan buah dengan makanan lain yang kaya akan lemak sehat atau protein. Misalnya, tambahkan potongan buah ke dalam yogurt atau salad dengan kacang-kacangan. Lemak dan protein dapat meningkatkan penyerapan beberapa vitamin larut lemak yang terkandung dalam buah.

Tip 4: Simpan dengan Benar untuk Mempertahankan Kesegaran dan Nutrisi
Simpan buah yang belum matang pada suhu ruangan hingga mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Setelah matang, simpan di dalam lemari es untuk memperlambat proses pematangan dan mempertahankan kesegarannya lebih lama. Penyimpanan yang tepat meminimalkan kehilangan nutrisi dan menjaga kualitas buah.

Penerapan tips ini secara konsisten dapat mengoptimalkan potensi dampak positif buah kiwi terhadap kesehatan, mulai dari peningkatan sistem imun hingga perlindungan terhadap kerusakan sel akibat radikal bebas.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Sejumlah studi ilmiah telah meneliti efek konsumsi buah kiwi terhadap berbagai aspek kesehatan manusia. Penelitian-penelitian ini menggunakan metodologi beragam, mulai dari uji klinis terkontrol hingga studi observasional, untuk menginvestigasi dampak konsumsi buah tersebut pada sistem imun, kesehatan kardiovaskular, dan fungsi pencernaan.

Salah satu studi yang signifikan, dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition, meneliti efek konsumsi rutin buah kiwi terhadap fungsi imun pada kelompok individu yang rentan terhadap infeksi saluran pernapasan atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi buah ini secara teratur mengalami penurunan signifikan dalam durasi dan tingkat keparahan gejala infeksi, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Studi ini memberikan bukti kuat yang mendukung klaim bahwa kandungan vitamin C dan antioksidan dalam buah tersebut berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Studi lain, yang diterbitkan dalam Journal of Nutritional Biochemistry, menginvestigasi efek konsumsi buah kiwi terhadap kesehatan kardiovaskular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah ini secara teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), dua faktor risiko utama penyakit jantung. Studi ini menunjukkan bahwa kandungan kalium dan serat dalam buah tersebut berkontribusi pada efek positifnya terhadap kesehatan jantung. Namun, beberapa peneliti berpendapat bahwa diperlukan studi lebih lanjut dengan skala yang lebih besar dan durasi yang lebih panjang untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengidentifikasi mekanisme kerja yang mendasarinya secara lebih rinci.

Meskipun bukti ilmiah yang ada mendukung berbagai manfaat kesehatan yang terkait dengan konsumsi buah kiwi, penting untuk mendekati bukti tersebut secara kritis dan mempertimbangkan keterbatasan setiap studi. Selain itu, respon individu terhadap konsumsi buah ini dapat bervariasi, tergantung pada faktor-faktor seperti usia, kondisi kesehatan yang mendasari, dan pola makan secara keseluruhan. Konsultasi dengan profesional kesehatan dianjurkan untuk mendapatkan saran yang dipersonalisasi mengenai konsumsi buah ini sebagai bagian dari diet seimbang.