Beasiswa Di Takalar 2020

Assalamu’ alaikum. Saat sebelum aku mengutarakan pandangan aku, aku harap maaf terlebih dulu yang sebesar- besarnya pada segala pihak yang merasa tersindir. Ini cumalah pandangan maupun opini aku. Silahkan buat melawan pandangan saya bila memanglah tidak betul serta tidak terdapat kenyataannya di alun- alun. Saya cuma mengutarakan situasi yang memanglah terjalin di alun- alun serta tak melebih- lebihkan buat terbuat. Aku tidak berkeinginan terdapat peperangan diantara kita betul. Kita seluruh kerabat. Ok. Harap maaf betul.

Pasti kalian tau apa itu Beasiswa? Semua orang tentu kenal serta bersaingan buat memperolehnya. Beasiswa ada mulai dari jenjang SD hingga dengan Kuliah. Apa sih sebenarnya maksud dari beasiswa itu? Bagi Wikipedia, beasiswa yaitu pemberian berbentuk dorongan finansial yang diserahkan pada perorangan, mahasiswa ataupun siswa yang digunakan untuk keberlangsungan pelajaran yang ditempuh. Beasiswa pula dimaksud bagaikan format apresiasi yang diserahkan pada orang agar bisa meneruskan pembelajaran ke level yang lebih besar. Apresiasi itu bisa berbentuk akses khusus pada sesuatu lembaga maupun apresiasi berbentuk dorongan finansial. Beasiswa diserahkan oleh penguasa, badan, maupun lembaga- lembaga khusus yang memanglah sangat hirau terhadap pembelajaran buat mereka yang berlatarbelakang ekonominya kurang serta berprestasi. Aku acungkan jempol 4 buat mereka- mereka ini yang ingin menolong bumi pelajaran di Indonesia.

Ok, itu beberapa maksud dari beasiswa. Kongkrit kan? Aku ambil intinya, beasiswa adalah dorongan pada mereka yang tidak cakap dengan sistem ekonomi buat pelajaran maupun apresiasi untuk mereka yang berprestasi. Beasiswa diserahkan oleh lembaga- institusi ini memiliki tujuan yang agung. Salah satunya tentu ingin memajukan bumi pembelajaran di Indonesia dengan membagikan beasiswa pada mereka yang tak kapabel dalam perihal ekonomi serta ataupun yang berprestasi dalam aspek akademik. Beasiswa yang diserahkan oleh mereka juga tidak tanggung- tanggung besarnya. Milyaran rupiah tentu dikeluarkan oleh mereka untuk perkembangan pembelajaran di Indonesia.

Nah, dikala ini permasalahannya terdapat pada sang“ Akseptor Beasiswa”. Ups, bukan kasus sih ini. Aku bilang tantangan saja. Tantangan buat membuat kepribadian para akseptor beasiswa ini. Akseptor beasiswa saya melihatnya nyaris pas sasaran, tapi sedang terdapat pula yang belum ideal target. Amat disayangkan jikalau beasiswa ini membidik pada banyak orang yang mampu dalam seputar ekonomi serta berprestasi, melainkan tidak bertanggung jawab.

Ayo kita mulai ke inti dari pandangan saya ini. Bukannya saya cemburu ataupun benci tidak mendapatkan beasiswa, saya banyak mengamati beasiswa tak dipergunakan seperti itu juga mestinya. Kuatir sekali melihat beberapa akseptor beasiswa nama lain oknum- oknum khusus saat ini mulai berfoya- foya, melainkan jumlahnya pula tak sedikit. Beasiswa yang harus diaplikasikan bagaikan dorongan buat ekonomi maupun meneruskan pelajaran, luar umum sekali buat membeli beberapa barang elegan, makan- makan, beli gadget terkini, serta sedang banyak yang yang lain. Sebetulnya ini salah pemilahan ataupun mereka akseptor beasiswa yang tidak bertanggung jawab menggunakan anggaran beasiswa itu buat keadaan yang tidak butuh. Sedang banyak si kecil muda yang berprestasi serta ekonomi kurang yang tak kapabel menjangkau data buat memperoleh beasiswa.

Saya memilah oknum- oknum itu jadi 3 barometer. Tolok yang permulaan yaitu Mampu, tetapi PURA- PURA miskin. Sepengetahuan saya, beasiswa banyak yang membagikan salah satu persyaratannya merupakan Pesan Penjelasan Tidak Kapabel. Riilnya sedang banyak saja yang bocor pada mereka- mereka yang sebetulnya cakap, tapi PURA- PURA miskin. Inilah kepribadian yang harus dibangun serta diperbaiki. Banyak sekali banyak orang yang semacam ini serta mereka tidak siuman sedang banyak orang lain yang harus lebih pantas buat memperolehnya. Susah memanglah buat melenyapkan kepribadian yang semacam ini.

Ukur yang kedua yaitu mampu serta berprestasi, namun TIDAK cakap mengaplikasikan anggaran beasiswa dengan cara bijak. Sebenarnya tidak hanya mereka yang pura- pura miskin saja, namun pula mereka yang berprestasi serta sanggup dengan sistem ekonomi pula berkuasa buat memperoleh beasiswa. Sayangnya lagi, mereka yang cakap ini sebagian pula kurang arif buat mengaplikasikan beasiswa itu. Mereka yang cakap, beasiswa digunakan buat membeli gadget yang lebih terupdate lagi dari tadinya. Oh, benar-benar kuatir sekali keadaan yang begitu. Lebih baik diserahkan pada mereka yang betul- betul menginginkan bantuan semacam kalangan dhuafa.

Tolok yang terakhir inilah yang sesungguhnya bisa dibilang aku betul-betul khawatir apalagi kecewa ialah mereka yang sesuai diberikan sebab berprestasi serta keadaan ekonomi yang kurang, melainkan anggaran beasiswa digunakannya buat situasi yang tidak bermanfaat, semacam makan- makan dengan temannya di cafe elegan, beli smartphone terbaru ataupun ponsel pintar, serta sedang banyak lagi. Mereka yang tak siuman hendak situasi ekonominya ataupun memanglah mereka terbawa- bawa oleh kondisi zona di sekelilingnya. Sepatutnya mereka tak mudah terbawa- bawa oleh zona serta cakap menggunakan anggaran beasiswa ini sebaik bisa jadi buat situasi yang bermanfaat, semacam membeli novel, menaikkan pemasukan orang berumur, menolong adik- adiknya sekolah, serta serupanya.

Mulai saat ini, pada segala teman yang mendapat beasiswa, beasiswa itu tepercaya bukan undian berhadiah. Maanfaatkan tepercaya itu sebaik dapat jadi bukan buat berfoya- foya menghabiskan anggaran beasiswa itu. Sekiranya memanglah Mampu, tuturkan Cakap dengan tidak mengutip beasiswa. Kembalikan maksud beasiswa yang sebenarnya. Bagikan data beasiswa pada sahabat yang tidak sanggup agar mereka dapat memperoleh beasiswa. Ayo mulai hirau pada siapapun di dekat kita yang menginginkan bantuan ataupun dorongan!

Sekali lagi ini cumalah pandangan maupun opini saya. Sekiranya memanglah tak berkenan di batin sahabat seluruh, aku harap maaf yang sebesar- besarnya. Aku menulis ini melihat keadaan jelas di alun- alun ataupun kenyataan yang terdapat serta tak dijadikan- buat. Dapat kasih atas jawaban sahabat segala. Damai Sukses buat kita seluruh. Wassalamu’ alaikum.